TERUS,.. HARUSNYA BAGAIMANA?!!!
AKU BEGINI, KAU BILANG SALAH.!
AKU TURUTIN KAMU, KAU TETAP ANGGAP AKU BODOH.
AKU HARUS BAGAIMANA, atau KAU YANG BAGAIMANA?!!
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pertanyaan ini seolah menjadi gundukan yang berkepanjangan.
seolah menjadi penyakit yang akan menghalangi kemajuan dan kesuksesan KAPTEN dalam memimpin KAPALNYA.
SULIT..!!, saya katakan.
karena, tidak mungkin KAPAL 1, di PIMPIN 2 KAPTEN.
atau 1 KAPTEN tapi para AWAK KAPAL dan ABK nya tidak menuruti perintah KAPTEN.
atau bisa jadi, para AWAK /ABK tidak mampu berkomunikasi dengan KAPTEN secara baik atau sebaliknya.
AKU HARUS BAGIMANA, atau KAU YANG BAGAIMANA?
jika memang KAPTEN tidak pantas memimpin KAPAL tersebut, kenapa KAU biarkan AKU terlunta-lunta dalam KESENDIRIAN bahkan KEHAMPAAN penuh kecemburuan.
siapa yang mau percaya pada KAPTEN.?
sedang para ABK tidak 1 PEMIKIRAN dengan KAPTEN.
AKU HARUS BAGAIMANA, atau KAU YANG BAGAIMANA?
andai MEREKA tahu, AKU masih dalam PROSES belajar menjadi KAPTEN.
tentunya PASTI, MEREKA akan MAU membimbing AKU menjdi KAPTEN yang baik, Benar, dan Bagus sesuai dengan apa yang di inginkan oleh semua PIHAK.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Catatan diatas merupakan CONTOH bagaimana sebuah kepemimpinan yang harusnya PEMIMPIN dan Anggotanya saling percaya dan mengedepankan kebersamaan. maka, mari kita belajar untuk menjadi pemimpin yang baik dan anggota yang baik pula, agar roda keorganisasian atau kepemimpinan sebuah lembaga atau orgnisasi bisa berjalan dengan sukses dan menuai hasil yang maksimal.
Semoga semuanya MENJADI BAIK, dan MENEMUI TITIK TERANG-nya... AMIN.!
Demikian, semoga bermanfaat.
"Where there is a will, there is a way"
MR. HEBAT
(semangat untuk membangun, berkarya, dan Berjaya)
AKU BEGINI, KAU BILANG SALAH.!
AKU TURUTIN KAMU, KAU TETAP ANGGAP AKU BODOH.
AKU HARUS BAGAIMANA, atau KAU YANG BAGAIMANA?!!
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pertanyaan ini seolah menjadi gundukan yang berkepanjangan.
seolah menjadi penyakit yang akan menghalangi kemajuan dan kesuksesan KAPTEN dalam memimpin KAPALNYA.
SULIT..!!, saya katakan.
karena, tidak mungkin KAPAL 1, di PIMPIN 2 KAPTEN.
atau 1 KAPTEN tapi para AWAK KAPAL dan ABK nya tidak menuruti perintah KAPTEN.
atau bisa jadi, para AWAK /ABK tidak mampu berkomunikasi dengan KAPTEN secara baik atau sebaliknya.
AKU HARUS BAGIMANA, atau KAU YANG BAGAIMANA?
jika memang KAPTEN tidak pantas memimpin KAPAL tersebut, kenapa KAU biarkan AKU terlunta-lunta dalam KESENDIRIAN bahkan KEHAMPAAN penuh kecemburuan.
siapa yang mau percaya pada KAPTEN.?
sedang para ABK tidak 1 PEMIKIRAN dengan KAPTEN.
AKU HARUS BAGAIMANA, atau KAU YANG BAGAIMANA?
andai MEREKA tahu, AKU masih dalam PROSES belajar menjadi KAPTEN.
tentunya PASTI, MEREKA akan MAU membimbing AKU menjdi KAPTEN yang baik, Benar, dan Bagus sesuai dengan apa yang di inginkan oleh semua PIHAK.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Catatan diatas merupakan CONTOH bagaimana sebuah kepemimpinan yang harusnya PEMIMPIN dan Anggotanya saling percaya dan mengedepankan kebersamaan. maka, mari kita belajar untuk menjadi pemimpin yang baik dan anggota yang baik pula, agar roda keorganisasian atau kepemimpinan sebuah lembaga atau orgnisasi bisa berjalan dengan sukses dan menuai hasil yang maksimal.
Semoga semuanya MENJADI BAIK, dan MENEMUI TITIK TERANG-nya... AMIN.!
Demikian, semoga bermanfaat.
"Where there is a will, there is a way"
MR. HEBAT
(semangat untuk membangun, berkarya, dan Berjaya)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
"Sikap sopan santun adalah wajah budaya manusia Nusantara"