2 KUNCI
RAHASIA MENJADI ORANG YANG BAHAGIA
Oleh
Hasan Basri
=================================================================
Hari ini,
saya telah kembali merasakan sebuah kebahagiaan walau hanya dengan sedikit
tersenyum, hal itu lebih baik buat saya dari pada hari kemaren yang sangat
membosankan dan menjenuhkan, bagaimana tidak, pikiran dan hati tak mampu
merasakan ketenangan dan ketentraman, seolah kepala ini dipenuhi dengan sebuah
beban yang berton-ton besi, sehingga saya sangat merasakan kepala yang berat
dan menyakitkan. Belum lagi hati yang terasa seperti ditusuk-tusuk jarum yang
tajam, kegelisahan dan kegalauan yang mengakibatkan ketidak nyamanan hidup dalam segala hal, makan terasa batu,
minum terasa duri, berjalan terasa dipaku, yang pasti kemanapun, dimanapun dan
apapun keadaan saya merasakan sebuah perasaan yang gak jelas, campur aduk stres
dan kesedihan, tak ada pancaran senyum yang indah bahkan sangat berat jika
harus dipaksa untuk tersenyum, kalau dalam pribahasanya adalah “senyum membawa luka”. Saya mencoba
tersenyum tapi malah menderita dan orang lain menjadi sakit mata.
Kadang saya
harus berfikir bahwa apakah setiap orang merasakan kegalauan dan kesedihan yang
seperti saya rasakan saat ini? Anehnya, perasaan ini muncul tak ada sebab yang
jelas. Datang begitu saja seperti maen Jaelangkung “datang tak dijemput pulang tak diantar”. Yah, Jaelangkung saya
katakan, karena saya sangat benar-benar merasakan sebuah perasaan galau dan
sedih yang tak tahu datangnya dari mana, misalnya perasaan sedih atau galau,
biasanya kedua perasaan tersebut pasti ada sebabnya entah karena kelaparan,
putus cinta, gak punya uang, banyak hutang, ditolak cinta, ada keluarga yang
meninggal, atau sebab-sebab yang lainya. Nah anehnya buat saya, sedih dan
galaunya saya ini datang secara tanpa sebab yang jelas, begitu saja hadir
merusak sistem dan jaringan pola pikir, tiba-tiba pusing, bingung, sedih, dan
stress membunuh segala pikir sehat dan
mengkeruhkan hati yang jernih.
Saya
berulang kali, mencoba mencari sebabnya tapi gak tahu, saya tak menemukanya.
Namun sedikit terbersit dalam pikiran saya, apakah keadaan saya ini diakibatkan
banyaknya dosa? Kemudian dosa itu menjadikan Allah menghukum saya dan menghilangkan
ketenangan dan kebahagiaan didalam diri saya.
Dan yang
paling parah, saya sampai berpikiran yang aneh-aneh yaitu apa perasaan ini
karena saya diguna-guna (disantet)
seseorang yang sedang punya iri dan dengki kepada saya? Namun apa iya, terus
apa perlunya buat dia menyantet saya, orang kaya bukan, pejabat bukan, raja
bukan, dan seingat saya, saya gak punya musuh atau bahkan orang yang bermasalah
dengan saya pun tidak punya. Dan saya hanya orang biasa yang hidupnya saja
masih tergantung oleh sebuah nasib dan perjuangan. Jadi, sangat tidak masuk
akal jika ada orang yang mau iri dan dengki, terus menyantet saya agar saya
kebingungan dan tertutup jalan pola pikirnya. Hmmm....Karena saya sudah
berpikiran seperti itu, saya hanya menggelengkan kepala dan tersenyum penuh
luka kepada diri sendiri.... hehe..e...!
Memang benar
kata orang-orang bahwa mengendalikan diri sendiri itu lebih susah dari pada
mengendalaikan orang lain, makanya banyak orang yang gagal dalam meraih impian
hidupnya disebabkan ketidak mampuanya mengendalikan dirinya sendiri, dan entah
pantas atau tidak saya pribahasakan dengan sebuah pepatah yang mengatakan bahwa
“Gajah
dipelupuk mata tak kelihatan sedangkan semut disebrang lautan kelihatan sangat
besar”. Artinya, masalah diri kita sendiri tak pernah kita ketahui dan gak
pernah kita ungkit-ungkit (Introspeksi
diri), tetapi masalah orang lain walau sedikit tapi langsung kelihatan, dan
kebiasaan buruk kita langsung mengkritik dan mengobok-obok orang yang mempunyai
kesalahan tersebut.
Sekali lagi
saya katakan bahwa sesungguhnya mengurus dan mengendalikan diri sendiri itu
lebih berat dari pada mengendalikan orang lain, maka dari itulah, diri kita
harus senantiasa berupaya menghiasinya
dengan sadar, sadar berjuang, sadar berbuat baik, sadar berbuat salah, sadar
dalam berfikir dan sadar bahwa sesungguhnya diri kita ini selalu diawasi oleh
sang maha melihat dan maha mendengar yaitu Allah SWT. Oleh karena itulah,
banyak para motivator mengatakan bahwa “Kalau
ingin memperbaiki orang lain, maka perbaiki dulu diri sendiri, kalau ingin
membuat orang lain sukses maka sukseskanlah diri sendiri”.
=================================================================
Syukur
Alhamdulillah, pada akhirnya saya pun bisa bernafas lega dan menghirup udara
segar kembali dan merasakan kebahagiaan serta ketenangan yang lebih baik. Karena
mendapatkan sebuah pencerahan dari guru saya sekaligus senior saya, beliau
adalah kanda Syarif. Beliau membuat saya termotivasi untuk bangkit dan sadar
dari keterpurukan ini, tahukah apa yang membuat saya langsung berubah menjadi
lebih baik dan lebih bahagia? Sebenarnya kunci suksesnya sangatlah sederhana
dan sering saya lakukan, yaitu Bersyukur
dan Berpikir Positif yang disertai Tindakan Positif.
Kedua hal
itu, menjadi pondasi yang sangat kuat dalam trans pikiran dan perasaan saya
dari negatif menjadi positif. Pertama, Bersyukur adalah suatu sikap dan
ungkapan terimakasih seseorang atas pemberian nikmat yang telah Allah berikan
kepada kita, baik nikmat jasmani maupun rohani dan baik materi mapun imateri. Karena
bayangkan saja jika manusia tidak pernah bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat
yang telah kita dapatkan dan kita rasakan, maka Allah pasti akan murka kepada
kita, maka jangan pernah mengingkari atas apa-apa yang telah Allah berikan
kepada kita whatever, whenever dan whereever syukurilah!. Hal ini sudah diingatkan dalam firman-Nya:
dan
(ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.s.
Ibrohim 14:7).
Kedua, Berpikir Positif yang disertai Tindakan Positif. Menjadi hal yang sangat luar biasa pengaruhnya
bagi kehidupan seseorang, dan bahkan jauh sebelum ini para rasululullah dan
nabi-nabinya sudah membiasakan dalam Berpikir Positif yang disertai Tindakan
Positif tersebut, Dalam istilah agama islam disebut Khusnudzan (berbaik
sangka), berbaik sangka terhadap Allah SWT, berbaik sangka kepada Rasulullah,
berbaik sangka kepada ibu bapa, teman, sahabat, tetangga, dan semua orang yang
berada disekitar kita. Maka, jika diri kita melakukan sangkaan yang baik,
berpikir dengan positif maka akan mendapat sesuatu yang baik pula, lebih dari
pada itu diri kita akan mendapatkan pertolongan dan perlindungan dari Tuhan
kita, serta mendapatkan kebahagiaan, ketenangan hidup, dan derajat yang luhur
dihadapan Allah SWT. Begitulah yang saya lakukan selama saya melawan penyakit
yang telah merusak pola pikir dan hati saya selama ini, tentunya semua itu tak
lepas dari sebuah solusi yang terhebat tersebut yaitu Bersyukur dan Berpikir
Positif yang disertai Tindakan Positif.
=================================================================
Sebagai
contoh saya tuliskan bebrapa kata dan
tindakan positif:
Pikiran Positif
1.
Saya yakin Allah pasti akan memberikan jalan yang terbaik untuk
kehidupan saya pada hari ini dan untuk hari esok;
2.
Saya yakin saya Pasti bisa,
3.
Terimakasih ya Allah, Teman-teman saya sangat baik dan perhatian
kepada saya;
4. Terimakasih ya Allah, atas cobaan penyakit ini semoga saya
senantiasa diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapinya;
5.
Apapun yang saya lakukan pasti akan ada hikmahnya;
6.
Segala macam kesulitan saya yakin pasti ada jalan keluarnya;
Tindakan Positif
1.
Senantiasa mengerjakan dan membiasakan 3 M, yaitu:
-
Menjaga yang Wajib seperti Shalat 5 waktu dengan berjamaah, dll,
-
Menghidupkan yang sunah seperti shalat duha, shalat tahajud, dll,
-
Menjauhi dosa kecil dan dosa besar, seperti riya, sombong, ghibah,
zina, mencuri, dll.
2.
Membiasakan 3 D
-
Duha
-
Dzikir
-
Do’a
3.
Membiasakan 3 B
-
Bermanfaat
-
Berkah
-
Bersemangat
4.
Membiasakan 3 J
-
Jangan tinggalkan pagi tanpa duha
-
Jangan tinggalkan siang tanpa shalawat
-
Jangan tinggalkan malam tanpa tahajud
=================================================================
Semoga ini
menjadi langkah awal untuk kedepanya dalam meraih kehidupan saya yang lebih
baik. Yang paling penting saya bisa mendapatkan hikmah yang sangat berharga
dari problem yang telah saya alami ini, tentunya semua itu tak lepas dari
karunia Allah yang senantiasa menjadi pelindung dan penjaga bagi manusia
sepanjang masa.
Cukup
menjadi sebuah pelajaran dan pengalaman bagi saya, atas apa-apa yang telah
terjadi selama ini di bebrapa hari yang lalu. Harapanya adalah Semoga Allah SWT
menjadikan diri saya:
1.
Selalu berpikir positif setiap saat;
2.
Semangat dan optimis sepanjang masa;
3.
Penuh yakin dan percaya pada diri sendiri dan kekuatan Allah SWT;
4.
Senantiasa menumbuhkan mental yang sehat dan kokoh;
5.
Menguatkan perasaan cinta dan kasih sayang untuk diri sendiri dan
orang lain;
6.
Banyak menghibur diri dengan bersilatutrahmi;
7.
Menentukan masa depan yang lebih pasti sehingga tak ada
kebingungan yang tertunda;
8.
Selalu berkarya dan berprestasi dalam hidup;
9. Selalu bercahaya dan memiliki innerbeauty
yang positif, sehingga orang lain merasakan kenyamanan bersanding dan berteman
dengan saya;
1. Selalu
bersyukur dan bertafakur kepada Allah SWT setiap saat dan sepanjang masa. Amin
ya rabbal alamin.
-----(*****)-----
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
"Sikap sopan santun adalah wajah budaya manusia Nusantara"