MENU

▼

Selasa, 25 Februari 2014

Pendayung Sampan

Suatu hari, seorang Professor yang sedang membuat kajian tentang lautan dan menumpang sebuah sampan. Pendayung sampan itu seorang tua yang begitu pendiam. Professor memang mencari pendayung sampan yang pendiam agar tidak banyak bertanya ketika dia sedang membuat kajian.
Dengan begitu tekun Professor itu membuat kajian. Diambilnya sedikit air laut dengan tabung percobaan kemudian digoyang-goyang,  selepas itu dia  menulis sesuatu di dalam buku. Berjam-jam lamanya Professor itu membuat kajian dengan tekun sekali. Pendayung sampan itu mendongak ke langit. Berdasarkan pengalamannya dia berkata di dalam hati, “Hmm. Hari ini akan hujan”.
“OK, semua sudah siap, mari kita balik ke darat”,  kata Professor itu.  Pendayung sampan itu setuju  dan mulai  memutar  sampannya ke arah  pantai. Hanya dalam perjalanan pulang,  barulah Professor itu menegur  pendayung sampan.
“Kamu sudah  lama kerja mendayung sampan ?”,  Tanya Professor itu.  "Hampir
seumur hidup saya”,  Jawab pendayung sampan itu dengan  ringkas. “Seumur hidup kamu  ?”,  Tanya Professor itu lagi. “Ya”.  "Jadi kamu tak tahu hal-hal lain selain dari mendayung sampan?”,  Tanya Professor itu. Pendayung sampan itu hanya menggelengkan kepalanya. 
Masih tidak berpuas hati, Professor itu bertanya lagi, “Kamu tahu geografi ?” Pendayung sampan itu  menggelengkan kepala. "Kalau seperti  ini, berarti kamu telah  kehilangan 25 persen  dari usia kamu”.  Professor itu berkata lagi, “Kamu tahu biologi ?”  Pendayung sampan itu menggelengkan kepala. “Kasihan. Kamu dah kehilangan 50 persen  usia  kamu.  Kamu tahu fisika ?”  Professor itu masih lagi bertanya. Seperti tadi, pendayung sampan itu hanya menggelengkan kepala. “Kalau begini,  kasihan, kamu sudah kehilangan 75 persen  dari usia kamu. Malang sungguh nasibmu, semuanya tak tahu. Seluruh usia hanya kamu habiskan dengan mendayung sampan”.   Kata Professor itu dengan nada mengejek dan angkuh. Pendayung sampan itu hanya berdiam diri.

Selang beberapa menit kemudian, tiba-tiba hujan turun. Tiba-tiba saja  datang ombak besar. Sampan itu dihantam  ombak  dan terbalik.Professor dan pendayung sampan terpelanting.  Pendayung sampan itu sempat bertanya, “Kamu tahu berenang ?”. Professor itu  menggelengkan kepala. “Kalau seperti  ini, kamu sudah kehilangan 100 persen  nyawa kamu”.  Kata pendayung sampan itu sambil berenang menuju ke pantai.


"…Dalam hidup ini IQ yang tinggi belum tentu menjamin kehidupan. Tak ada guna kita pandai dan tahu banyak perkara jika tak tahu perkara-perkara penting dalam hidup. Adakalanya orang yang kita  sangka bodoh itu rupanya lebih sukses  dari kita.  Hidup ini singkat. Jadi, tanyalah pada diri sendiri untuk apakah ilmu yang dikumpulkan jika bukan diamalkan dan digunakan..?" – wiseman-

"Kepuasan itu terletak pada usaha bukannya pada
pencapaian. Usaha sempurna adalah kemenangan sempurna..."
–wiseman-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"Sikap sopan santun adalah wajah budaya manusia Nusantara"