Rabu, 08 Maret 2017

Mahasiswa Keren 2017

Sumber Gambar: Kamera Pribadi
Foto ini adalah Memori Kebersamaan Mas HB 
Saat Menjabat Sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan PAI 2014.
Masa-masa kuliah adalah masa-masa yang seru banget. Seru dalam belajar, Seru Meneliti, seru berorganisasi, seru mengabdi ke masyarakat, seru berdemo, dan yang gak kalah seru adalah seru memilih pasangan hidup, hehe..
_________________________________________________________________
Menjadi mahasiswa itu keren loh !  gak percaya, baca terus sampai selesai. okay..
_________________________________________________________________
Mahasiswa itu beragam prinsip dan kebiasaanya. Ada mahasiswa idealis ada pula yang pragmatis. Kedua hal tersebut dapat dilihat dari kebiasaannya.
  • Mahasiswa yang fokus hanya kuliah saja disebutnya Kupu-kupu (Kuliah pulang-kuliah pulang). 
  • Mahasiswa yang aktif kuliah aktif juga organisasi disebutnya Kura-kura (kuliah Rapat-kuliah rapat). 
  • Mahasiswa yang kuliah sambil kerja disebutnya Kunang-Kunang (Kuliah cari Uang) 
  • Mahasiswa yang kuliah cari pacar disebutnya apa ya....? Tebak aja sendiri hehee..
  • Btw, itu sih mending, ada nih kebiasaan mahasiswa yang kuliah kagak lulus-lulus, organisasi kagak, kerja kagak, pokoknya gak ngapa-ngapain dah. Sampai pada akhirnya ia mendapat gelar MA. Wih keren banget yah dapat gelar MA kayak dosen. Upss entar dulu, MA emangnya apaan dah?? kok bangga...hehe.. Tenang, akan saya artikan. MA itu bukan Master Agama, tapi Mahasiswa Abadi. hahaa... Mahasiswa jenis ini gak ada lagi kemungkinannya kecuali di DO alias Drop OUT. ihhh ngeri banget yah...! Pokonya amit-amit jabang bayi dah, kalian jangan pada kayak begitu, kasian orang tua mu, iya gak? mereka nungguin kamu di wisuda dan menjadi sarjana. uhh terharuu...
____Udah ah, jangan becanda lagi, saya mau nulis serius nih, agar kalian yang baca juga dapat ilmu yang serius. yuk kita mulai.____
       Saya ingin mengajak kalian untuk memahami "Apa Itu Mahasiswa Keren?" Saya akan menunjukan kepada kalian sebuah hasil wawancara yang telah saya dapatkan dengan seorang mantan mahasiswa dan aktivis UIN Sayarif Hidayatullah Jakarta yaitu Lukman Hakim. Saat ini ia telah menjadi Pengusaha sukses, politikus, dan aktivis.
Saya memulai dengan pertanyaan berikut:
  • Mimpi Apakah yang Pernah Anda Miliki Saat Menjadi Mahasiswa?___
Mimpi menjadi manusia yang Mandiri. Dalam artian hidup saya tidak boleh merepotkan orang lain terutama orang tua, teman, dan sahabat yang ada di lingkungan saya, justru sebaliknya, mestinya kita menjadi pribadi yang lebih berarti kepada siapapun, serta memberikan manfaat dan maslahat yang sebesar-besarnya bagi siapapun yang membutuhknya. Maka, dari mimpi itulah, saya memaksimalkan setiap usaha dengan segala upaya agar bisa meraih kesuksesan baik ketika di kampus, organisasi mapun dalam bidang pekerjaan.
Selanjutnya yang tidak boleh untuk ditinggalkan ialah proses belajar. Rasulullah Saw., mendapat perintah yang pertama ialah untuk Iqra’ (membaca), yang dapat juga diartikan belajar. Belajar terhadap berbagai aspek kehidupan, keadaan, atau kondisi yang terjadi. Maka dari itu, proses belajar bagi setiap manusia adalah suatu keniscayaan yang harus terus di langgengkan sejak dalam buaian hingga ke liang lahat. Jika manusia berhenti belajar maka berhentilah proses kehidupanya. 
Dari proses belajar itulah, kita harus senantiasa menyadari akan makna dari hakikat kehidupan. Tidak semua manusia hidup bahagia dengan segala kekayaan dan prestasinya, namun ada yang susah, sedih, takut, bingung, miskin dan lain sebagainya. Kita perlu menyadari akan hal tersebut agar kita mampu memiliki kebijaksanaan dalam hidup. 
Sakit memang, bahkan perih jika kita menjalani proses. Lihatlah kupu-kupu. Sebelum menjadi kupu-kupu ia melawati proses panjang yang sangat menyakitkan, dari bentuk Ulat menjadi kepongpong, lalu ia menjadi kupu-kupu yang indah nan cantik. Begitupun diri kita, jika ingin menjadi manusia yang sukses, bahagia, dan menjadi orang hebat, maka harus menjalani proses panjang. So, nikmati segala kondisi yang sedang dan akan terjadi, karena percayalah kesuksesan itu pasti akan datang kepada orang-orang yang memiliki upaya.
  • Motivasi Apakah yang Menjadikan Anda Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi Saat Menjadi Mahasiswa?__
Pertama, Orang tua – yap, orang tualah yang menjadikan saya termotivasi untuk bisa menghadapi berbagai macam problematika kehidupan kampus. Jika di ingat masa-masa itu membuat hati saya bercampur aduk, rasa haru, bangga, bahagia, namun juga rasa prihatin yang sangat besar. Karena masa itu menjadi satu masa yang menjadikan saya berpikir kritis terhadap berbagai hal yaitu diantaranya tentang keadaan finansial orang tua yang sangat terbatas jauh dari kata makmur dan sejahtera. Sehingga diri saya tidak mampu berharap banyak dalam segi keuangan atau finansial. Padahal yang namanya orang kuliah pasti membutuhkan biaya yang tidaklah sedikit, baik biaya untuk pendidikan mapun biaya hidup, namun begitulah, hati saya sangat menolak jika menaruh pengharapan kiriman dari orang tua, bahkan “Boro-boro saya minta di kirimin uang sama orang tua, mengingat mereka saja membuat hati sedih karena hidupnya yang memprihatinkan”.
Sejak menjadi mahasiswa saya tidak pernah mau meminta uang dari orang tua malahan saya berpikir bagaiamana caranya agar saya bisa mengirim uang kepada orang tua, karena betapa malunya jika seorang anak laki-laki yang berlabelkan “mahasiswa” masih meminta uang kepada orang tua, apa kata dunia !. hehehee...
 Saya berjanji dalam hati, apapun yang terjadi dalam hidup ini akan saya jalani, karena saya yakin Allah pasti akan memberikan jalan kemudahan bagi hambanya yang taat. Begitulah keyakinan saya benar-benar membuat sekujur tubuh saya dari ujung rambut hingga ujung kaki bersemangat untuk memperjuangkan kehidupan saya dengan tanpa merepotkan orang tua. Dalam langkah tersirat niat hati untuk menjunjung tinggi harkat, derajat, dan martabat orang tua dengan segala daya dan upaya.
Kedua, Saya berpikir bahwa saya hidup harus mampu menaklukan Alam. Sahabat Motion, jika kita hidup hanya menjadi orang yang takut dan hawatir akan kegagalan, masalah, atupun kekalahan, maka kita akan selamanya hidup dalam keterpurukan dan penjajahan. Padahal zaman terus bergulir dengan silih berganti, bahkan kini kita sedang berada di zaman canggih globalisasi dan modernisasi. Semua orang sudah menguasai berbagai macam aplikasi yang sangat canggih, maka Jika kita tidak mampu memiliki kemampuan untuk menguasai aplikasi itu, selamanya kita akan tertindas dalam kehidupan yang direndahkan dari golongan yang lain. Kalau bukan kita yang merubah lalu siapa lagi, kalau bukan sekarang lalu kapan lagi. So, tundukan dan taklukan alam agar kau berjaya dimasa sekarang dan akan datang.
Ketiga, orang besar itu selalu menyelesaikan masalah yang besar pula. Filosofi itu yang membuat saya semakin greget terhadap dunia yang dipenuhi oleh ketakutan dan pikiran kerdil, padahal sesungguhnya tidak ada orang besar yang tidak memiliki masalah, tidak ada orang sukses tanpa kegagalan, dan tidak ada pemimpin Hebat yang tidak pernah gagal. So, sebelum anda berkata “saya menyerah “, atau “saya tidak pantas untuk menjadi A, B, C dan seterusnya.....”. maka, saran saya berpikir dan merenunglah sejenak tentang filosofi di atas, sebelum anda menyesal seumur hidup. Karena tidak ada masalah tanpa solusi. Solusi akan ada dibalik setiap masalah, hanya saja kita butuh waktu dan upaya yang maksimal untuk menemukanya.
  • Mahasiswa Penting Gak Sih Mengikuti Kegiatan Organisasi?____
Biasanya relatif, tergantung siapa yang memandang. Akan tetapi menurut hemat saya kegiatan organisasi sangatlah penting, karena ilmu organisasi tidak di ajarkan dalam bangku kuliah. Kemudian dari pada itu, yang harus kita ketahui bahwa Organisasi adalah sebuah wadah atau ruang yang strategis untuk mengembangkan potensi diri dalam berbagai bidang seperti ilmu manajemen kepemimpinan (Leadership management), ilmu sosial dan politik, mengasah skill atau keahlian, memperbanyak relasi dan teman, serta mereaktualisasikan diri menuju perubahan yang tidak di miliki oleh mahasiswa yang ada pada umumnya. 
Namun juga, dalam berorganisasi akan ada berbagai tantangan dan hambatan dalam menjalaninya. Segudang kesibukan organisasi sering kali dijadikan sebagai alasan atau alibi bagi sebagian mahasiswa dalam proses belajar di dalam kelas, sehingga tidak jarang mahasiswa yang seperti ini meninggalkan kelas saat jam pelajaran, absen banyak yang bolong, bahkan yang lebih parah mereka mendapat gelar MA alias Mahasiswa abadi. Padahal pada kenyataannya bukanlah organisasinya yang membuat mahasiswa terhambat, akan tetapi mahasiswa itu sendiri yang belum pandai membagi waktu, kapan waktu belajar di kelas, kapan waktu belajar di organisasi, dan kapan waktu untuk bekerja. Jika kita pandai mengatur waktu maka segala rutinitas dan aktifitas tidak akan ada masalah atau menghambat bagi dirinya.
  • Lalu Bagaimana Menurut Anda Tentang Mahasiswa yang  Sering Kali Meremehkan Organisasi?         
       Menurut hemat saya “Jangan pernah melihat orang lain ketika hendak aktif di organisasi, lihatlah diri sendiri”. Artinya diri kitalah yang merasa butuh akan ilmu organisasi itu, jadi berproseslah dengan baik dan sungguh-sungguh. Seringkali jika kita terlalu sibuk melihat orang lain, maka pengaruhnya berdampak pada jalan pola pikir kita, sehingga kita akan terbawa pada keadaan orang itu, padahal seharusnya kita memunculkan prinsip yang kuat sebagai mahasiswa.
            Mahasiswa yang suka meremehkan organisasi biasanya di karenakan perbedaan pandangan, atau karena belum mengetahui makna dan hikmah di balik organisasi, dan mungkin juga di karenakan masalah pribadi yang membuat dirinya sungkan dan anti pati terhadap organisasi.
          Demikianlah sahabat pembaca. Semoga tulisan ini bermanfaat buat kalian semua dan juga dapat memotivasi kalian untuk menjadi mahasiswa yang keren. amin. Yang terpenting adalah seberapa besar kesungguhan kita dalam berproses dan berjuang. "Bersungguh-sungguhlah dalam menggapai impian, karena impianlah yang akan mengantarkan diri kita kepada tujuan".[] #HBGreat #HBinspirasiHati #SuksesHebat45.

_()_


Baca Artikel Lainnya:
7 Ayat Inspirasi Hati
Masyarakat Bahari Dalam Tinjauan Sosio-Kultural
Dosa Meninggalkan Shalat 5 Waktu


"SEMANGAT HIDUP: EKSPRESIKANLAH DENGAN PRIBADI YANG TOTAL"

Selasa, 07 Maret 2017

7 Ayat Inspirasi Hati


Sumber Gambar: Google
Muhammad Al-Fatih Bersama Pasukannya 
Ketika Melakukan Ekspedisi Penaklukan Konstantinopel Tahun 1453 M

     Manusia adalah makhluk yang sempurna dibanding makhluk Allah yang lainnya. Oleh sebab itulah, kecemburuan Iblis dan pasukannya tidak akan pernah henti untuk menggoda dan menghasut umat manusia agar tersesesat dan terjerumus ke dalam lembah Jahannam. Hal inilah yang menjadikan alasan saya untuk menuliskan 7 Ayat Inspirasi Hati ini.

        Fungsi 7 Ayat Inspirasi Hati ini, di antaranya adalah:

  • Sebagai Benteng Pertahanan dan Kekuatan Umat Islam
   Umat Islam perlu memiliki benteng pertahanan dan kekuatan yang besar dalam melawan godaan dan hasutan setan terkutuk beserta antek-antek nya. Hal ini telah di jelaskan Allah SWT dalam firman-Nya: "Sesungguhnya Syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu". (Q.s. 36: 60).   
      Lalu Al-Qur'an menyebutkan juga sebuah penjelasan tentang peristiwa nabi Adam dan Hawa yang di hasut oleh Iblis. "Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)". (Qs.7:20).
    Kedua ayat tersebut sedikit tidaknya telah menjelaskan kepada kita bahwa syaitan adalah musuh yang nyata bagi segenap umat manusia khususnya umat Islam. Maka dari itu, kewaspadaan dan kehati-hatian kita harus senantiasa di tingkatkan karena bisikan syaitan sangatlah berbahaya. Maka, 7 Ayat Inspirasi Hati ini diharapkan mampu menjadi pertahanan dan kekuatan bagi umat Islam dalam melawan segala kejahatan Syaitan dan Antek-anteknya.
_______________________________________________________________________ 
"Antek-Antek Syaitan adalah Seluruh Manusia yang memiliki kebencian terhadap Islam & penganutnya yang berhati kotor dan dipenuhi dengan sifat tercela (iri dengki, hasud, sombong, su'udzan, dan lain sebagainya)]". ____________________________________
  • Sebagai Motivasi Yang Membangkitkan 
    Sifat Manusia adalah makhluk yang tidak bisa lepas dari sifat salah & lupa. oleh karena itu, Allah Swt. memberikan fasilitias yang sangat canggil yaitu akal. Kata akal berasal dari bahasa arab 'aql yang artinya pengikatan dan pemahaman terhadap sesuatu. 
 Akal adalah suatu peralatan rohaniah manusia yang berfungsi mengingat, menyimpulkan, menganalisis, menilai apakah sesuai benar atau salah. (Vardiansyah:2008).  
 Dengan akal inilah manusia dapatmelakukan sebuah proses berpikir tentang segala sesuatu yang telah Allah Swt. ciptakan di atas muka bumi ini. 
      Namun, yang namanya manusia selalu saja melanggar aturan yang telah Allah  Swt., anugrahkan tersebut. Akal seringkali tidak di gunakan untuk berpikir yang benar, melainkan digunakan untuk berpikir yang salah seperti bagaimana caranya menghancurkan dan merusak orang lain, atau sering kali di gunakan sebagai alat kecurangan, menipu, korupsi, dusta, dan berbagai perbuatan dosa lainnya. Na'udzubillah.
         Maka, Allah Swt., menyiapkan sebuah perangkat khusus untuk manusia yaitu Pintu Taubat. Pintu Taubat akan selalu terbuka selama manusia masih mau beriman & bertaqwa kepada Allah Swt. Ini merupakan kasih sayang Allah Swt. yang disebut maha Al-Rahman & Al-Rahim.  
      7 Ayat Inspirasi Hati ini akan memotivasi kita dalam meraih bahagia sukses dunia dan akhirat. Dan akan menuntun kita menemukan jalan Shiratal Mustaqim, "(Yaitu) Jalan Orang-orang yang telah Allah beri nikmat...". (Q.S.1:7)
  • Sebagai Nasihat Yang Meneduhkan
       Huruf demi huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat yang ada di dalam Al-Qur'an merupakan nasihat yang sangat meneduhkan. Siapa saja yang mendengarkan bacaan ayat Suci Al-Qur'an pasti akan terhipnotis. Gaya bahasa dan sastranya sangatlah tinggi sehingga tiada satupun manusia yang menandingi-Nya. 
  • Sebagai Solusi Yang Mencerahkan
        Setiap manusia pasti memiliki masalah. Masalah akan selalu ada selama manusia hidup di muka bumi ini. Karena masalah adalah anugerah dari Allah Swt., kepada hamba-Nya. Semakin tinggi derajat seseorang semakin tinggi pula masalah yang menerpa. Semakin kuat iman seseorang semakin kuat pula syaitan menggodanya. 
  • Sebagai Obat Yang Menyembuhkan
    Masih ingatkah dengan lirik lagu "Obat Hati" oleh penyanyi kondang religi Opick. yaitu:
Tombo ati iku limo perkaraneKaping pisan moco Qur'an lan maknane ... dst.
        Lirik lagu di atas dalam bahasa Indonesia adalah "Obat hati ada lima perkaranya, yang pertama baca Qur'an dan maknanya". Lagu ini sempat menjadi lagu favorit bagi sebagian kalangan umat Islam bahkan sampai saat ini masih sering di jadikan sebagai lantunan shalawatan di masjid-masjid daerah Nusantara. 
     Menurut saya, lagu ini memiliki makna yang sangat fuindamental, karena di dalamnya mengandung nilai-nilai syiar atau dakwah Islamiyah. Salah satunya lirik di baris 1 & 2. Ia menjelaskan bahwa salah satu dari lima obat hati adalah Membaca Al-Qur'an dan Maknanya. Membaca Al-Qur'an dan memahami maknanya merupakan suatu obat hati yang menyembuhkan diri seseorang dari segala penyakit, baik penyakit dzahir maupun bathin. 
  • Sebagai Kunci Kesuksesan
      Mari kita tengok perjalanan Muhammad Alfatih. Beliau merupakan tokoh yang sangat masyhur dan mulia dimata umat Islam di seluruh dunia disebabkan kesuksesannya dalam menaklukan Konstantinopel pada tahun 1453 M. Kesuksesannya bukan tanpa masalah, melainkan ia mendapat hambatan dan tantangan hebat. Ribuan pasukan tumbang menjadi syuhada di medan pertempuran, strategi demi strategi telah gagal dipraktekan, kondisi kelaparan melanda, senjata tidak memadai, masuknya penyusup di benteng pertahanan, dan berbagai masalah-masalah yang lainnya. Bahkan Muhammad Al-Fatih sempat mengalami psimis dan ketidak percayaan diri, namun berkat nasihat gurunya ia kemudian bangkit dan menemukan kepercayaan dirinya kembali dalam menyelesaikan ekspedisinya yaitu menaklukan Kosntantinopel. 
        Lalu, apa yang menjadi sebab Muhammad Al-Fatih bangkit dan mendapat pertolongan Allah Swt yang sangat agung, sehingga ia mendapatkan kemenangan dalam pertempuran besar tersebut?. Nasihat Apa yang telah disampaikan oleh gurunya kepada Muhammad Alfatih?. Sebentar lagi kita akan menemukan jawabannya. Karena jawabannya ada di 7 Ayat Inspirasi Hati tersebut. 
_______________________________________________________________________Untuk membuka  7 Ayat Inspirasi Hati tersebut, Silahkan Buka =>> Disini.

_Wallahu A'lam Bi Shawab_ 
Lihat Artikel Lainnya:
Teori-Teori Sosial Budaya: Masyarakat Bahari Dalam Tinjauan Sosio-Kultural 
Dosa Meninggalkan Shalat 5 Waktu 
Do'a Sukses Total 
Kunci Pembuka Kekayaan 
4 Kata Yang Membunuh Kesuksesan


"BE A POSITIF THINKING"

_()_

Teori-Teori Sosial Budaya: Masyarakat Bahari Dalam Tinjauan Sosio Kultural

 Tugas UAS
PASCA STAINU JAKARTA
Mata Kuliah: Teori-Teori Sosial Budaya
Dosen: Radhar Panca Dahana

Judul:
“MASYARAKAT BAHARI DALAM TINJAUAN SOSIO-KULTURAL”
(Studi Lapangan Masyarakat Bulungan Blok M Jakarta Selatan)
Oleh: Hasan Basri (NIM: 160101237)


Sumber: Google
          Penelitian lapangan yang telah penulis lakukan pada hari Sabtu, 7 Januari 2017 di Kawasan Bulungan Blok M Jakarta Selatan dimulai sejak Pukul 14.28 – 18.00 WIB. atau kurang lebih selama 3 jam 32 menit, dengan tema penelitian “Masyarakat Bahari Dalam Tinjauan Sosio-Kultural: Studi Lapangan Masyarakat Bulungan Blok M Jakarta Selatan. Menemukan beberapa hal yang patut di jadikan suatu kajian kritis dalam melacak keberadaan manusia bahari yang ada di Nusantara. Namun sebelum saya memaparkan beberapa penemuan tersebut, terlebih dahulu saya menampilkan beberapa ciri manusia bahari yang telah disebutkan oleh dosen pengampu mata kuliah Teori-Teori Sosial BudayaYaitu Radhar Panca Dahana. Ciri-ciri tersebut adalah:
  1.      Sama (Egaliter/Equal)
  2.       Saudara/persaudaraan/Gotong royong (Fraternity)
  3.       Bebas (Free/Liberte)
  4.       Terbuka (Open/Mind-Society)
  5.       Multi Cultural
  6.       Inter Cultural
  7.       Acceptant
  8.       Feminime
Kedelapan ciri-ciri tersebut menjadi satu referensi saya dalam melakukan penelitian lapangan ini, sehingga dalam mengidentifikasi objek penelitian dapat dilakukan dengan jelas mana yang termasuk masyarakat bahari dan mana yang bukan. Namun yang menjadi masalah adalah apakah masih ada masyarakat seperti ciri-ciri yang tersebut di atas, padahal zaman ini telah berganti menjelma dengan segala perubahan dan pengaruhnya yang bersifat globalisasi, westernisasi, dan modernisasi. Perihal semacam ini, yang telah mengubah pikiran dan batin manusia dengan segala kepentingan-kepentingannya (Oportunis) dan sikap pragmatisnya.
Penelitian ini dengan menggunakan tehnik wawancara secara langsung kepada masyarakat yang menjadi sasaran atau objek penelitian, seperti pedagang kaki lima, pengunjung, tukang parkir, pengamen, satpam, pelayan, tukang ojek & masyarakat sekitar Bulungan Blok M Jakarta Selatan.
Berlatar belakang dari perihal di atas, saya mencoba untuk memaparkan hasil temuan saya selama proses pengamatan 3 jam 32 menit di Bulungan Blok M Jakarta Selatan tersebut. Paling tidak penulis menemukan 6 poin yang menurut penulis adalah penting untuk di kaji lebih mendalam berkaitan masyarakat bahari.

________________________
PROSES WAWANCARA
________________________
Dimulai dari sebuah wawancara ringan dengan seorang bapak tua yang berusia 69 tahun. Sebut saja pak Hamid. Dia adalah seorang pedagang mie ayam bakso yang terletak dipertigaan depan Plaza Blok M yang berasal dari Gunung Kidul Jogjakarta. Profesinya ini telah ia geluti selama hampir 25 tahun. Pak Hamid  telah banyak makan asam garam dari berbagai jenis pekerjaan dan perdagangan selama tinggal di Ibu Kota. Pak Hamid  telah merantau dan menetap di kota Jakarta selama 40  tahun. Kini ia telah memiliki 3 orang anak dan 4 orang cucu. Begitulah pemaparan cerita dari pak Hamid.
Saya terkesan dengan cerita beliau, lebih-lebih ketika beliau menjelaskan tentang suka dukanya dalam melewati gelombang kehidupan di masa awal perantauannya. Berbagai tantangan dan hambatan menghadang setiap langkah baiknya. Profesi yang saat ini ia geluti bukanlah kali pertama melainkan puluhan dari profesi yang pernah ia coba. Tidak sedikit ia mengalami berbagai kegagalan dan kebangkrutan, tapi begitulah sikapnya yang rendah hati, tekun, ulet, dan yang tidak kalah penting adalah tekadnya yang kuat, telah membuatnya mampu bertahan sampai pada saat ini.
Dari wawancara inilah saya mendapat satu inspirasi dan pelajaran hidup dari orang kecil tapi berjiwa besar, dari orang biasa tapi berhati mulia.  Namun, saya tidak puas sampai disini. Saya terus melanjutkan perjalanan untuk melakukan pengamatan terhadap masyarakat yang lainnya, yaitu di sekitar Gor Bulungan sampai ke dalam mall blok M Squer dan Plaza Blok M.
            Pada proses pengamatan selanjutnya, saya menemukan sebuah fakta yang jelas dan rill bahwa masih ada masyarakat bahari. Penemuan ini saya dapatkan ketika saya bersinggah dan bertemu dengan seorang pedagang gule. Pada awalnya saya berpikir pedagang itu hanya beberapa saja tiga atau empat grobak, tapi setelah waktu semakin sore tepatnya pkl. 16.40 WIB ternyata pedagang gule itu sangatlah banyak. Jika saya tidak salah dalam menghitung jumlah tukang gule tersebut yaitu mencapai 14 orang atau 14 grobak atau bisa jadi lebih dari itu. Yang lebih menarik dan membuat saya tercengang adalah posisi mereka yang saling berdekatan dan bahkan berdampingan. Lebih luar biasanya lagi, mereka dapat berjalan dengan sangat damai dan aman. Pernyataan ini saya dapatkan dari perbincangan saya dengan salah satu pedagang gule sebut saja mas fajar (21 tahun). Ia berdagang gule baru 6 bulan, tapi menurutnya berdagang gule itu asyik, seru, dan banyak kenalan. Betapa tidak, sepanjang saya duduk di tempatnya mas fajar, pembeli tidak pernah sepi, selalu saja datang bahkan sampai mengantri untuk mendapatkan tempat duduk yang telah disediakannya. Pembeli berasal dari sekitaran blok M maupun sekitaran kota Jakarta bahkan tidak sedikit yang datang dari luar kota diantaranya kota Tangerang, Bekasi, bahkan ada pula yang jauh-jauh dari kota Bogor hanya untuk mencicipi gule masakan mas fajar.
Pelajaran yang saya dapatkan dari pengamatan yang kedua ini adalah betapa pentingnya sebagai umat manusia untuk mengedepankan sikap saling hormat menghormati, harga menghargai, dan sikap toleransi sehingga terciptalah sebuah perdamaian, persaudaraan, persamaan, dan persatuan kesatuan antar sesama umat manusia, tanpa melihat dan memperbesar perbedaan melainkan melenturkan perbedaan itu dengan mencari titik persamaan. Karena seyogyanya nabi Muhammad Saw. Di utus kemuka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak karimah dan sebagai uswatun hasanah (teladan atau contoh) bagi umat seluruh alam.
Pada menit-menit akhir tepatnya pada Pkl. 17.10 WIB saya melanjutkan perjalanan berkeliling seputaran wilayah Gor Bulungan. Disinilah saya bertemu dengan anak-anak pengamen, tukang parkir, anak-anak tongkrongan, tukang ojek pangkalan, penjual asongan dan pengunjung yang sedang menikmati berbagai fasilitas gelanggang olahraga tersebut.
 ____________________
_________________________________________________
HASIL TEMUAN TENTANG MASYARAKAT BAHARI
_________________________________________________
Berlatar belakang dari hasil wawancara di atas, saya mengamati dan menganalisis secara kritis dengan segala keterbatasan pada diri peneliti. Saya akan coba menyajikan 6 pokok temuan yang menjadi pembahasan berkaitan tentang masyarakat bahari. Perlu dicatat bahwa saya belum menemukan karakteristik bahari yang sesungguhnya yang tampak pada diri seseorang yang telah saya temui, namun paling tidak ada yang hampir mendekati atau mirip dengan ciri-ciri masyarakat bahari yang telah di sebutkan di atas. Hal ini mengapa bisa terjadi, dugaan saya sementara ini dikarenakan adanya proses perubahan dan perkembangan zaman yang semakin modern, belum lagi dengan adanya berbagai budaya globalisasi & westernisasi yang terus merajalela baik melalui media elektronik, cetak, maupun pergaulan masyarakat secara langsung. Hal itu yang telah mengubah karakteristik masyarakat cenderung menjadi oportunis dan pragmatis. Adapun untuk membuktikan kebenaran dari dugaan tersebut diperlukan penelitian lebih lanjut dan mendalam.
 Berikut adalah hasil temuan selama proses pengamatan dan penelitian lapangan selama  3 jam 32 menit, yang berlangsung secara baik dan kondusif di sekitar Gor Bulungan Blok M Jakarta Selatan yang melalui tehnik wawancara dan pengamatan secara langsung oleh penulis, yaitu diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Masyarakat Bahari adalah masyarakat yang ramah tamah kepada siapapun.
Sikap ramah tamah merupakan satu sikap yang dimiliki oleh masyarakat bahari yang mencerminkan tutur kata yang lembut dan andap asor (rendah hati). Jika berhadapan dengan kawan bicaranya maka ia tidak menunjukan sikap sombong & angkuh, Jika dihadapkan dengan masalah maka ia tidak terkontaminasi melainkan senantiasa dihadapinya dengan ketenangan hati dan bersikap legowo (Menerima). Sikap inilah yang saya temui dari sesosok pak Hamid seorang pedagang mie ayam bakso. Keramahannya dalam memberikan pelayanan kepada konsumen terlihat jelas dan sangat menyenangkan hati.
2.      Masyarakat Bahari adalah masyarakat yang kuat menjaga norma kesopanan
Setiap manusia akan selalu merindukan sebuah lingkungan yang damai, aman dan sejahtera. Keadaan ini akan dapat dibentuk dengan sikap dan etika yang baik, dan menjaga norma kesopanan. Oleh sebab itu, manusia Bahari dalam kehidupannya senantia mengedepankan norma-norma kesopanan dan juga nilai-nilai etika dan estetika, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara.
3.      Masarakat Bahari adalah masyarakat yang konsisten terhadap pekerjaan
Dilihat dari hasil wawancara bahwa pengamat menemukan sebuah data yang menakjubkan, bahwa konsistensi masyarakat yang mangkal dagangannya di sekitaran Bulungan blok M telah mencapai puluhan tahun lamanya. Pak hamid misalnya, ia berdagang mie ayam bakso lebih dari 25 tahun, atau pedagang Gule yang sudah mencapai 30 tahunan. Hal ini sejalan dengan filosofi orang jawa “Alon-alon waton kelakon” yang artinya pelan-pelan yang penting kesampaian.
4.      Masyarakat bahari adalah masyarakat yang suka berkumpul bersama dengan kehidupan sederhana
Kesederhanaan manusia berkarakter bahari dalam menjalani kehidupannya dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi manusia yang lainnya. Kendati demikian, masyarakat bahari juga memiliki kebiasaan yang sangat unik yang disebut filosofi orang jawa “Makan gak makan asal kumpul” yang artinya meskipun kondisi dan keadaan mereka yang hidup pas-pasan dan penuh kesederhanaan yang paling penting adalah kebersamaan. Kebersamaan menurut mereka tidaklah bisa tergantikan dengan hal yang lainnya.
Berkaitan dengan hal di atas, saya mengingat masa-masa ketika mondok (belajar di pesantren) dan saat berada di asrama mahasiswa. Suatu kebiasaan yang tidak bisa di lewatkan ketika makan, walaupun ada piring, sendok, mangkok, ataupun lainnya, seorang santri selalu menginginkan makan di atas daun pisang, atau tampah (Nampan), dengan formasi kaki satu dan tidak pernah menghiraukan masalah lauk pauknya. Kaki satu adalah suatu istilah yang khas di kalangan santri pada saat sedang makan bersama di atas tampah, daun pisang, atau nampan. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar ketika makan santri-santri bisa makan bersama walaupun jumlah santri itu sangat bannyak. Nuansa ini adalah suatu hal yang senantiasa di rindukan dan menjadi kenangan yang sulit untuk di lupakan.
5.      Masyarakat Bahari adalah masyarakat yang suka merantau
Dari sekian banyak orang yang telah peneliti temui, hampir jarang masyarakat pribumi yang asli (masyarakat betawi). Kebanyakan dari mereka adalah perantau yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, diantaranya dari jawa, Sumatra, Kalimantan, papua, Sulawesi, aceh, dan lain sebagainnya. Dari sinilah, peneliti memunculkan satu kesimpulan sementara bahwa masyarakat bahari adalah masyarakat yang menyukai perantauan. Ia tidak suka hidup di satu tempat, ia menginginkan pengalaman dan kehidupan yang bebas, dalam artian bebas namun tetap patuh terhadap norma-norma social, agama, dan hukum Negara.
6.      Masyarakat Bahari adalah masyarakat yang ulet dan pekerjaan keras.
Sikap ulet dan kerja keras telah menjadi prinsip manusia Bahari dalam melakukan suatu pekerjaan baik sebagai pengusaha, pedagang, pebisnis, nelayan, petani, dan lain sebagainya. Hal itu dapat terlihat dalam kesehariannya yang pantang menyerah, penuh semangat, tidak peduli berapa penghasilan atau upah yang ia dapat, melainkan lebih mengutamakan kinerja yang maksimal dan total. Sikap ini berbanding terbalik dengan manusia kontinental, yang dalam melakukan pekerjaannya selalu di ukur dengan keuntungan besar dan banyaknya upah yang ia dapat.

______________
KESIMPULAN
______________

Manusia Bahari merupakan suatu konsep kehidupan yang harus dipublikasikan secara komprehensif kepada seluruh masyarakat Indonesia bahkan kepada masyarakat dunia sebagai upaya untuk menanggulangi krisis moral yang berkepanjangan, peperangan yang tidak kunjung berkesudahan, kekacauan yang tiada terhentikan, dan krisis kebudayaan yang pada saat ini keruh dan lemah akibat dari westernisasi, modernisasi, dan globalisasi. Konsep manusia bahari bagaikan mata air yang jernih yang dapat menyegarkan dan menghilangkan dahaga umat manusia.[]

-()-


Senin, 06 Maret 2017

Dosa Meninggalkan Shalat 5 Waktu

Sumber Gambar: https://goo.gl/SAba5r


            
         Shalat 5 waktu merupakan perintah Allah Swt. yang wajib dilakukan bagi muslim laki-laki dan perempuan yang sudah baligh. Namun apa jadinya jika perintah shalat tersebut diabaikan oleh hamba-Nya. Artikel singkat ini akan menjelaskan betapa mengerikan azab atau dosa yang diberikan Allah Swt kepada hamba-Nya jika ia meninggalkan shalat 5 waktu. 

            Allah Ta’ala berfirman,
[60] .... فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا [59] إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui al ghoyya, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.....” (QS. Maryam : 59-60).

        Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma, mengatakan bahwa ‘ghoyya’ dalam ayat tersebut adalah sungai di Jahannam yang makanannya sangat menjijikkan, yang tempatnya sangat dalam. (Ash Sholah, hal. 31)
            Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, 
”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” 
(Ash Sholah, hal. 7)
            Dinukil oleh Adz Dzahabi dalam Al Kaba’ir, Ibnu Hazm –rahimahullah- berkata, 
 “Tidak ada dosa setelah kejelekan yang paling besar daripada dosa meninggalkan shalat hingga keluar waktunya dan membunuh seorang mukmin tanpa alasan yang bisa dibenarkan.” 
(Al Kaba’ir, hal. 25).

           Demikian tulisan singkat ini, semoga bermanfaat dan menjadi pelajaran bagi kita semuanya. Wallahu A'lam Bi shawab. []


Lihat juga artikel ini: https://goo.gl/dFoPfO