MENU

▼

Senin, 25 Desember 2017

Kyai Misbahul Munir Indramayu

Biografi dan Sejarah Perjuangan:
Raden Kyai Misbahul Munir Indramayu




Dalam literatur sejarah lisan yang bersumber dari beberapa koresponden sesepuh tokoh Ulama Rifa’iyah Jawa Barat yang selama menjadi tokoh pejuang gerakan ajaran Rifa’iyah Jawa Barat, dapat penulis ambil sejarahnya mengenai persebaran ajaran Rifa’iyah di Jawa Barat. Ajaran Rifa’iyah mulai pertama kali masuk ke Jawa Barat di bawa oleh seorang santri Syaikh Ahmad Rifa’i yang bernama Kyai Idris bin Kyai Ilham Batang. Kedatangan Kyai Idris sangatlah membawa pengaruh keagamaan yang begitu tepat dan sebagai penolong kehancuran dan kemerosotan nilai-nilai akhlak dan moral masyarakat Indramayu, beliau menetap pertama kali di desa Larangan Jambe Kec. Kertasmaya Kab. Indramayu dengan menyebarkan doktrin yang telah di bawa oleh gurunya. Beliau di temani seorang ulama besar dari Jateng yaitu Kyai Kosim dalam menyebarkan ajaran Rifa’iyah di Jabar. Saat itu pula ajaran Rifa’iyah mulai di kenal dan di terima oleh masyarakat awam Indramayu dan masyarakat Jawa Barat umumnya. Murid-muridnya berdatangan dari berbagai daerah daintaranya dari Cirebon, Kerawang, Subang, Indaramayu dan Cikampek. Diantara santri-santrinya antara lain:


Kyai Tasmiyah santri pertama


Kyai Toyyib, setelah menimba ilmu dengan Kyai Idris kemudian mengajarkanya di daerah asalnya yaitu daerah cidempet hingga sampai ke daerah indramayu barat tepatnya desa patrol dan mempunyai seorang santri yang hingga kini masih melestarikan ajaran gurunya yaitu Kyai Warkum

Kyai Tohir, setelah selesai belajar dengan Kyai Idris kemudian melanjutkan perjuanganya untuk mengajarkan ajaran Rifa’iyah di desa Bogis, santrinya yang masih aktif hingga sekarang ialah Kyai Marzuq.

Kyai Jalil, berasal dari Cidempet. Beliau di tugaskan untuk melanjutkan perjuangan Kyai Idris ke daerah Sukamandi kamplong, namun setelah lama menyebarkan Ajaran Rifa’iyah terdapat informasi bahwa istrinya dinikahi oleh Penjajah Kolonial Jepang hingga beliau pulang ke daerah asal dan mempunyai keturunan diantaranya Kyai Ahmad Ghozali dan Kyai Komarudin yang selama ini masih melestarikan perjuangan bapaknya.

Kyai Das, berasal dari Desa Pranggong Waled yang di mandatkan untuk menyebarkan ajaran Rifa’iyah di daerah asal. Diantara putra-putranya yang selama ini masih aktif melestarikan ajaran bapaknya ialah Nyi Mut, Kyai Tali, Kyai wadi (Abdullah).

Kyai Madarum (Abu Bakar), berasal dari Desa Pranggong Waled dan mempunyai dua putra diantaranya, Abdul Kohar sebagai (anak tirinya) dan Raden Kyai Misbahul Munir atau biasa di panggil Wa Misbah.

Dan masih banyak lagi santri-santri dari Kyai Idris. Namun pemulis tidak dapat menyebutkanya satu persatu karena waktunya tidak cukup untuk mencari data-data tentang Pergerakan dan Persebaran Ajaran Rifa’iyah secara sempurna.

Biografi dan Sejarah Perjuangan Raden Kyai Misbahul Munir

Raden Kyai Misbahul Munir (Wa Misbah), di lahirkan dari pasangan Raden Abu Bakar atau santri-santrinya memanggilnya dengan sebutan Kyai Madarum. Raden Abu bakar di kenal sebagi seorang yang sakti di kalangan orang awam Indramayu kala itu, disamping itu beliau juga di sebut sebagai tokoh Ulama yang cerdas dan wira’i, bahkan konon ceritanya pada waktu istrinya mengandung putra keduanya yaitu Wa misbah Raden Abu bakar sempat membuat Syi’iran jawa dengan bahasa jawanya, yang sampai saat ini pula sya’ir-syair karanganya biasa di bacakan oleh para santrinya terutama di bacakan pada saat qobalan menjelang pengajian di berbagai majlis ta’lim seperti masjid dan mushola. Diantara isi dari sya’ir-syair tersebuta yang berisi tentang suatu saat nanti akan di lahirkan putra kedua yang akan diberi nama Raden Misbahul Munir, dan suatu saat nanti setelah Penjajahan Kolonial Jepang dikalahkan oleh bangsa Indonesia akan terjadi pengeboran minyak bumi pertamina di desanya dan dari karyawan pertamina tersebut akan menerima gajian setiap bulanya jatuh setiap hari sabtu, juga menceritkan tentang rumah kediamanya akan di gusur oleh pihak PT Pertamina namun tidak bisa. Dari isi syair-syair yang telah di karangnya itu dinilai oleh para santrinya yang masih hidup sampai sekarang telah menjadi bukti yang nyata di saat sekarang ini. Raden Abu bakar kemudian hijrah dan bersinggah di suatu desa yaitu desa Bangong Kec. Kroya Kab. Indramayu yang masih minim bahkan masyarkat di desa itu belum pernah menyentuh akan keagamaan untuk menyebarkan Ajaran Rifa’iyah di sana. Hingga beliau menghembuskan nafas terakhirnya disana dan dimakamkan di pemakaman umum, namun dalam ceritanya kini makam beliau telah dialihkan oleh cucunya (Kyai Abdul Jalil) di dekat rumah ponakanya itu tujuanya agar makam itu tidak hilang dan dapat di ziarahi oleh para santri-santrinya.
Kembali pada sejarah dan biografi Raden Haji Kyai Misbahul Munir.

Nama : R.H. Misbahul Munir
Alamat : Desa Pranggong Waled
Lahir : Sekitar tahun 1930 an
Wafat : Pada Hari Minggu tanggal 09 Ramadhan tahun 1995 M.

Raden Misbah dilahirkan bersamaan dengan ramehnya isu pemberotakan penjajahan kolonial jepang. Sejak kecil Raden Misbah telah mempunyai sikap dan karakter yang berbeda dengan teman-teman sebayanya, dia seorang pendiam dan penakut. Kiranya sikap itu sama dengan yang dimiliki ayahnyanya keika masih kecil. Beliau di anggap mempunyai kelebihan dan keanehan dalam dirinya hingga ayahnya (Abu Bakar) tidak berani untuk memberikan ilmu-ilmu kesaktianya kepada Misbah, melainkan Abdul Koharlah yang sempat di bekali dengan ilmu-ilmu kesaktian oleh ayahnya itu. Ayahnya menilai misbah belum saatnya untuk di bekali ilmu-ilmu kesaktian dan di biarkan untuk mencari ilmu itu kepada orang lain. namun semua ilmu-ilmu kesaktian dan sikap kealiman itu malah di turunkan dan diwarisi oleh Misbahul Munir pada Abdul Kohar sebagai anak tirinya itu.

Setelah Raden Misbah menginjak masa remaja sikap keberanianya mulai ditonjolkan, saat itulah Raden Misbah mulai populer dan terkenal hingga di berbagai daerah dan disegani oleh orang-orang. Layaknya seorang remaja normal sama dengan remaja lainya Raden Misbah mulai memendamkan rasa cinta dengan seorang gadis cantik putri dari seorang kontraktor tanah kaya raya di desa Bangong kala itu, ia bernama Mutinah. Berawal ketika ia main kerumah temanya. Dan ia punya cita-cita untuk menikah dengan seorang gadis yang ia cintai itu hingga akhirnya cita-cita yang telah lama di pendam itu terkabulkan, akhir cerita ia menikah dengan Mutinah dan menjalani rumah tangga yang harmonis dan romantis penuh dengan kasih sayang kerena keduanya saling mencintai satu sama lain. namun dalam hubungan perjalanan rumah tangganya tidak begitu lama hanya sekitar 2 tahunan dan tidak dikaruniayai seorang putra.

Asal masalahnya karena mertuanya tidak suka dengan melihat sikap Misbah yang begitu aneh dan membebankan keluarga istrinya. Karena Raden Misbah sering pergi tanpa pamit kepada mertua dan istrinya layaknya seorang yang masih bebas dan tidak punya tanggung jawab keluarganya, setiap kali ia pulang mesti membawa teman untuk menetap di rumah istrinya serta di tanggung oleh istrinya kemudian ia pergi lagi dalam waktu yang lama lalu pulang lagi dengan membawa teman lagi sama persis ceritanya dengan teman yang pertama kemudian Raden Misbah pergi lagi dan begitu seterusnya sehingga mertuanya tidak suka melihat menantunya yang bersikap seperti itu sampai sempat ia melarikan istrinya bersama dengan teman-temanya ke suatu hutan diwilayah dekat tempat tinggalnya. untuk menghindar dari kebakhilan mertuanya itu, namun setelah sampai di hutan itu sikap Raden Misbah tidak mau berubah masih seperti biasa ia sering meninggalkan istrinya di hutan, hingga istrinya tidak sabar menahan amarahnya terhadap sikap suaminya yang selalu aneh itu akhirnya istrinya memutuskan untuk dipulangkan kepada ayahnya.

akhir cerita keduanya bercerai saat itu pula. Setelah ia cerai dengan istri pertamanya ia hidup seorang diri ditemani bersama teman-temanya. Disela sela kesendirianya beliau aktif sebagai anggota DI kemudian setelah lama menjadi aktifis DI, R.H. Misbah di tunjuk menjadi seorang ketua DI di alas Loyang ketika itu bersamaan dengan peristiwa NIPON dan ditemani oleh Kyai Rustam. R.H. Misbah di kenal sebagi sosok pemimpin yang cerdik dan pandai dalam memimpin anggotanya termasuk dalam mencarikan dana kesejahteraan para anggotanya untuk hidup selama tinggal di hutan. diantara kisah yang sangat menggembirakan anggotanya suatu saat R.H. Misbah pulang dengan membawa banayak alat-alat perang seperti senapan dan tembak entah darimana sumbernya, yang jelas beliau sangat handal dan pintar dalam mencarikan bekal hidup dan alat alat perang, namun sumber dana yang pasti yang dapat penulis ambil sumbernya dari dana swadaya masyarakat (himpunan zakat) dari berbagi daerah termasuk yang terbesar dalam mendonaturinya yaitu Kyai Jambari (Mama Jambari).

Pada tahun 1960an R.H. Misbah mulai keluar dari DI bersama sebagian anggotanya, sangatlah aneh ketika R.H. Misbah keluar dari hutan, namun sebelum keluar beliau berpesan kepada sebagian anggotanya agar supaya memejamkan matanya dan terus mengikuti jejak langkah dirinya, bagi yang patuh dengan pesan itu tentu selamat namun bagi yang melanggar pesanya itu justru malah ketangkap oleh Penjajah Jepang. Setelah R.H. Misbah keluar, kemudian di gantikan oleh Danu dari Plumbon. Beliau melanjutkan perjuanganya di berbagai daerah termasuk di ambon, bali, sumatra dan masih banyak lagi daerah-faerah yang menjadi pusat perjuanganya.
R.H. Misbah Menikah dengan Nyi Sukesih keturunan darah keraton cirebon

Isitri kedua setelah beliau pisah dengan Mutinah kemudian menikahi sukesih asli darah keturunan kerajaan keraton Cirebon. Demi mendapatkan gadis keturunan keraton cirebon itu beliau mati-matian berjuang untuk mendapatkanya. Awal mulanya R.H. Misbah mendapatkan inormasi dari temanya “siapa yang bisa mengalahkan calon suami Nyi Sukesih yang telah dipilih oleh ayahnya maka akan mendapatkan Nyi Sukesih”, dengan motifasi tersebut R.H. Misbah mulai mengasah ilmu kebatinannya dengan bertapa di sekitar keraton cirebon, setelah beberapa waktu lamanya beliau bertapa kemudian beliau menjadi optimis untuk bisa mengalahkan calon suami dari Nyi Sukesih, saat itulah mulai terjadi pergulatan yang begitu sengit dengan beberapa calon yang telah ditetapkan oleh ayah Nyi Sukesih, namun pada akhirnya pertandingan itu di menangkan oleh R.H. Misbah.

Sejak itulah kedigjayaan dan kesaktianya mulai dikenal dan diakui oleh masyarakat luas terutama masyarkat indramayu dan Cirebon sampai pemerintah kolonial Jepang pun menilai bahwa R.H. Misbah adalah seorang yang mempunyai kesaktian yang luar biasa, sehingga beliau dikagumi oleh kolonial jepang ketika masa itu. Singkat cerita Nyi Sukesih di nikah oleh R.H. Misbah namun dalam perjalanan hidup bersama Nyi Sukesih belum sampai dikaruniai keturunan. Kemudian R.H. Misbah menikah lagi dengan seoang gadis dari Ciledug- Cirebon yang bernama Nyi Ratmawati dari hasil pernikahan denganya dikaruniai seorang putra yang bernama Bahrudin namun belum sampai menginjak masa remaja bahrudin meninggal dunia. Kemudian beliau menyebarluaskan keilmuawan yang dimilikinya sampai ke beberapa wilayah Indonesia sekitar tahun 1982-an. Selain dikenal sebagai orang sakti dan digjaya beliau juga dikenal sebagai seorang pengusaha karet terkenal hingga sampai ke luar jawa.

Pada tahun 1985-an R.H. Misbah mulai membangun rumah kediamanya di Desa Pranggong Waled hidup rukun bersama istri ketiganya yaitu Nyi Ratmawati, namun sepertinya karakter dan sikapnya yang sangat agresif dan penuh semangat dedikasi tinggi dalam menyebarkan kesaktianya beliau jarang sekali tinggal dikediamanya walau sudah punya rumah sendiri melainkan selalu pergi untuk berdagang sekalian mengembangkan dan menyebarkan keilmuwanya sampai-sampai rumah kediamanya yang terletak di desa Pranggaong itu rameh di penuhi oleh santri-santri dari berbagai wilayah terutama dari luar jawa hingga luar negri, malasyia dan singapur. Berkat dari perjuangan dan keseunguh-sungguhanya itu kemudian beliau mendirikan sebuah yayasan Pendidikan yang diberi nama Rifa’iyah Syafi’iyah.

Perjalanan Menuju Ke Singapur dan Malasyia

Konon menurut teman akrabnya sebut saja (Wakarman) ketika di Pranggong, Pada awal mulanya R.H. Misbah pergi ke malasyia dan singapur mengikuti temanya yang berdagang ke sana, perlu di ketahui bahwa kepergian beliau ke malasyia dan singapur bukan bertujuan untuk menyebarkan ilmunya melainkan tujuan utamanya yaitu berdagang karet, namun prinsip beliau ketika barang daganganya itu laku dan berhasil beliau justru malah meninggalkanya beliau malah menyebarkan dan mengajarkan keilmuwanya itu, terbukti ketika beliau masih berdagang di sumatera konon ceritanya beliau hampir saja di bohongi dan di bunuh oleh seorang bajingan yang licik, namun pada akhirnya R.H. Misbah sudah tahu bahwa bajingan itu akan membunuhnya.

Dalam perjalanan dagang ke malasyia dan singapur beliau mengalami lika-liku dan sangat rawan pembunuhan hampir saja beliau terbunuh dan akhirnya selamat. Setelah beliau mendarat di pelabuhan singapur didapati dua kelompok islam dan kristen yang sedang berkelahi entah gara-gara apa melihat tragedi itu mengundang R.H. Misbah untuk membantu dan menolong kelompok islam yang kala itu dari kelompok islam di pimpin oleh H. Abu Bakar, setelah R.H. Misbah mulai maju ke barisan medan perkelahian itu akhirnya kemenangan itu di bawa oleh kelompok islam, hingga akhirnya H. Abu Bakar mengajaknya ke sebuah restoran ternama di singapur sambil bercerita dan mengucapkan terimaksih atas bantuanya. Dalam pertemuan kedua orang sakti itu menyimpulkan bahwa R.H. Misbah ditarik dan dimohon untuk mengajarkan dan mengembangkan keilmuanya di singapur. Singkat cerita beliau menetap dan tinggal disana selama tiga tahun lamanya di samping beliau mengajari keilmuwan bathin juga mengajari tentang kitab-kitab tarajumah karangan Syaikh Ahmad Rifai, namun bahsanya telah dialihkan oleh R.H. Misbah dengan menggunakan bahasa melayu.

Diantara ilmu kesaktianya yang sangat terkenal ialah “pukul siji tapak telu” artinya pukul siji yaitu makrifat tapak telu yaitu syari’at, thoreqot, dan hakikat. Adapun diantara ilmu tarajumahnya yang sangat populer diajarkan disana ialah mengenai ilmu tauhid (ushuludin) dan tasawuf (sifat terpuji dan cinela), kiranya kedua keilmuan yang beliau ajarkan sangatlah linear dan berkorelasi tinggi. Beliau adalah orang yang sangat fanatik dengan ketauhidan, makanya bagi siapa saja diantara santrinya yang mau belajar tentang ilmu kesaktian maka harus terlebih dahulu mengucapkan dua kalimah syahadat beserta artinya. Yang sangat unik dalam metode dan konsep pengajaranya yaitu sebelum para santri mengaji kitab tarajumah diajak dulu untuk bermain ilmu silat, begitulah seterusnya, dengan konsep seperti itulah mengundang banyak santri-santri yang kepengen belajar kesaktian sekaligus belajar kitab tarajumah.

Selama beliau di singapur selalu menganjurkan para santri-santrinya untuk memakai pakaian putih-putih terutama saat beribadah seperti sholat dan lain sebagainya, beliau meyakini bahwa ketika beribadah menghadap yang maha kuasa haruslah dalam keadaan suci dan bersih makanya menganjurkan santrinya untuk selalu memakainya. Hingga sekarang pun tradisi dan budaya itu masih selalu dipakai oleh santri-santrinya, malahan sampai di juluki dengan jamaah golput (golongan putih). Sebenarnya anjuran itu telah menjadi prinsip bagi beliau ketika masih di Indramayu, namun beliau masih belum berani untuk mewajibkan santri-santrinya dikhawatirkan bertentangan dengan para kyai di desanya sehingga itu hanya sebatas anjuran saja kepada santrinya. Diantara para santrinya yang hingga kini masih aktif melestarikan ejaran perjuangan beliau di singapura yaitu bapak H. Isnen dan bapa H. Hamdan di malasyia, malahan putra dari kedua orang itu sempat dipondokan di desa Sukawera dengan bapak Kyai Nashori Effendi. Beliau tidak pernah pulang ke rumah kediamanya (Indramayu), bahkan konon ceritanya selama tiga tahun disana beliau sering hilang tanpa jejak entah kemana perginya kemudian kesitu lagi dan itu dilakukan secara terus menerus, sampai sempat ada isu bahwa R.H. Misbah telah meninggal dunia, masyrakat singapur dan indramayu terutama para santri-santrinya menganggap R.H. Misbah telah meninggal karena tidak ada kabar beritanya, bahkan ada diantara salah satu santrinya yang mengistikhoroi bahwa beliau telah meninggal.
Kedigjayaan dan Kesaktian R.H. Misbahul Munir

Dari berbagai literatur koresponden yang dapat penulis ceritakan diantara kesaktian dan kedigjayaan R.H. Misbah yang sangat nampak di mata para muridnya yaitu saat tragedi keributan dan peperangan di Pasuruan. Saat itu R.H. Misbah dengan usahanya dalam merendamkan dua kelompok yang sedang bentrok hingga akhirnya kedua kelompok itu dapat damai dan saling memaafkan. Kemudian pada saat tragedi Bali, seperti yang telah menjadi adat istiadat orang bali ketika merayakan hari agamanya yaitu dengan membakar mayat massal namun dengan taktik dan usahanya pesta perayaan tersebut dapat dibatalkan dan akhirnya banyak dari orang-orang budha sendiri yang mau belajar kesaktian lantaran kagum dan salut dengan kesaktian beliau dan akhirnya tidak sedikit dari mereka yang memeluk islam. Kemudian saat tragedi penggempuaran rumah kediamnya oleh pihak pertamina untuk dijadikan jalan menuju pengeboran minyak bumi pertamina, beliau menolaknya karena beliau masih pengen menetap di lokasi itu, bahkan beliau sanggup menggantinya dengan tanah yanag lebih luas dari rumah kediamanya itu. Tapi pihak tetap bersikukuh akan menggusurnya, namun apa yang terjadi? Alat yang digunakan untuk mengeruk dan merusak rumah itu rusak dan fatal. Bukanya beliau pelit dan ingin menang sendiri, namun beliau prihatin dan merasa kasihan dengan tanah dan rumah-rumah yang ada di sekelilingnya karena andaikata beliau merelakan rumahnya untuk di gusur secara otomatis banyak tanah dan rumah-rumah yang akan digusur oleh pihak pertamina. Inilah bukti keberanian dan kasih sayangnya terhadap warga masyarakat di sekelilingnya. Dari kisah ini dapat kita ambil teladanya, Kemudian juga pada saat tragedi pembakaran kitab tarajumah di kab. Demak, beliau juga ikut andil dalam mensumbangsih untuk mengamankan keributan di sana. Pertamanya beliau diajak oleh KH. Khalali arjawinangun untuk menuntaskan keributan disana KH. Khalali menganggap Raden Misbah ialah orang yang sakti. Juga saat trgedi keributan di kerawang dan Taman Mini Jakarta. Dan masih banyak lagi diantara kedigjayaan dan kesaktian beliau yang telah tampak disoroti beberapa banyak orang.
Wafatnya R.H. Misbahul Munir

Tepat pada hari Hari Minggu tanggal 09 Ramadhan tahun 1995 M. beliau menghembuskan nafas terakhirnya setelah lama menahan rasa sakit. Beliau wafat di negeri singapura, saat setelah wafat beliau sempat mau di makamkan di tempat kelahiranya, namun ketika itu dari keluarga dan saudara-saudaranya merasa kesulitan untuk menjemputnya di bandara singapur dikarenakan biaya transportasi yang begitu melunjak, lagi pula beliau sudah tidak punya keluarga lagi di tempat kediamannya itu, hingga dari pihak santri-santri mengikhlasknya untuk dimakamkan di negeri singapur. Mengenai masalah wafatnya hingga kini masih menjadi kontradiksi, sebagian diantara santrinya ada yang meyakini bahwa beliau masih hidup dan kini berada di negara Brunai Darussalam, malahan belum lama sekitar tahun 2000an ada seseorang yang mengaku bertemu dengan beliau. Sebagianya lagi menganggap bahwa beliau telah wafat. Namun yang jelas beliau telah tiada. R.H. Misbah adalah sosok yang penuh dengan misterius.

Nb:
Sebenarnya masih banyak sekali sejarah dari perjuangan dan pergerakan beliau selama hayatnya, namun penulis mohon maaf sekali karena tidak dapat menyempurnakan secara lebih luas lagi karena untuk menulis dan melacak sejarah itu butuh waktu lama. Dan penulis mohon maaf bila ada penulisan yang salah dan sejarah yang tidak valid dengan realita yang ada. Dan ini sangat memungkinkan sekali karena penulis hanya mengambil dari beberapa koresponden saja. Sebenarnya masih banyak lagi koresponden yang akan penulis mintai keterangan tentang sejarah beliau namun waktu yang begitu singkat sehingga penulis belum sempat untuk mencarinya.(zid)

Tulisan ini di ambil dari tulisan Sdr. Sholihun Alfahmi


Selasa, 05 Desember 2017

KATA SIAPA MURID NAKAL?

oleh: Hasan Basri, S.Pd.I 

Jum'at, 1-12-2017


Tulisan ini adalah jawaban dari sebuah pertanyaan seorang teman kepada saya pada hari ini yaitu tentang "NAKALNYA SEORANG MURID DISEKOLAH".
Setiap Murid itu spesial. 
Pada diri mereka memiliki keistimewaan yang sangat luar biasa.
tapi banyak para guru dan orang tua kurang menyadari dan memahami keistimewaan mereka tersebut.

Banyak yang mengatakan "Anak saya Nakal Banget". atau "Murid Saya bandel Banget dan gak bisa di atur".
Pertanyaan ini telah menjadi pembicaraan di dalam dunia akademisi dan dunia pendidikan. Bahwa "tidak ada murid yang sulit, yang ada gurunya lah yang belum bisa mengatur dan mengkondisikan mereka". "Tidak ada anak yang bandel atau sulit di atur, yang ada orang tualah yang belum bisa mengatur mereka."

Dalam ilmu hypno teaching seorang guru selalu meyakini bahwa setiap anak istimewa. dan guru selalu memandang dengan positif apapun bentuknya dan bagaimanapun kondisi anak.
NAKAL itu adalah perspektif bagi mereka yang belum paham akan metode dan strategi pengajaran. NAKAL itu ibarat sebuah motor adalah RUSAK. jika motor rusak maka sudahlah pasti akan dibawa ke bengkel. dan setiap bengkel harus bisa menyelesaikan persoalan kerusakannya tersebut. Begitupun guru. Guru adalah ibarat montir bengkel tersebut yang harus pandai mengolah mesin dan mengidentifikasi berbagai kerusakan dari motor tersebut. tetapi meskipun begitu, guru tidak bisa disamakan dengan si Montir tersebut. karena derajat guru sangat mulia lebih dari apapun. disini saya menggunakan kata "montir hanya sebagai Analogi saja".
Dari Analogi di atas, maka dapat di pahami bahwa seorang guru adalah orang yang memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam menyelesaikan berbagai persoalan kenakalan anak tersebut. bukan malah sebaliknya, menjustifikasi anak dengan kata-kata negatif spt: nakal, bandel dan sebagainya. Oleh sebab itulah, seyogyanya seorang guru harus bijaksana, harus cerdas dalam memahami kenakalan anak.
Karena menurut kata bijak: "Seorang guru yang baik adalah tidak hanya memahami fenomena, melainkan juga memahami Nomena".
Sekali lagi, bagi seorang guru yang memahami hypno teaching maka ia akan melakukan sebuah upaya dalam menyelesaikan persoalan kenaklan anak dengan cara-cara yang kreatif, inovatif, cerdas, komunikastif, dan bijaksana.[]

Pendidikan Yang Di Rindukan


“Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman diantaramu
dan orang-orang yang diberi
 ilmu pengetahuan beberapa derajat” (Qs. 22:11)

Pendidikan menjadi sarana terbaik dalam mencapai suatu kemuliaan dan kemajuan. Bukan saja bagi bangsa Indonesia melainkan diseluruh dunia termasuk bangsa-bangsa yang besar adalah senantiasa memenangkan pendidikan di atas segala-galanya. Finlandia misalnya, untuk membesarkan dan memajukan bangsanya yaitu dengan memaksimalkan fokus dan perhatiannya kepada pendidikan sehingga sistem pendidikannya disebut sebagai pendidikan terbaik nomor wahid di dunia. Ini artinya bahwa bangsa Indonesia beserta kita semua harus juga melakukan suatu tindakan nyata dalam memaksimalkan proses pembangunan revolusi mental yaitu pendidikan total.

Dalam rangka membangun pendidikan total bagi bangsa Indonesia, The Great Indonesia mempersembahkan sebuah kegiatan pelatihan untuk membangun mental secara total, membentuk pola pikir positif secara total,  mengokohkan jiwa yang rapuh, menyambung komunikasi yang terputus, meneguhkan believe system di dalam diri, membongkar rahasia hidup manusia yang tidak pernah disentuh oleh kebanyakan orang, dan mentransformasikan sebuah masalah menjadi anugrah.

Kegiatan pelatihan The Great Education ini dimaksudkan untuk memberikan kesadaran baru bagi setiap orang terutama para orang tua, guru, da’i, direktur, kepala sekolah, ketua yayasan, para pemimpin bangsa, atau pemangku kekuasaan disektor apapun. Itu sebabnya kami berharap adanya kerjasama yang solid dalam menyelenggarakan kegiatan pelatihan ini. Hal itu semata-mata untuk terbangunnya penyebaran pendidikan terbaik secara masal kepada perseorangan, lembaga, maupun instansi pemerintahan sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya.


Info Pendaftaran Training:
Caca : 089626506112


"Kami ada untuk perubahan Hebat untuk Bangsa Indonesia dan dunia"
make yourself total, success in your life.

Minggu, 30 Juli 2017

Hasan Basri Motivator Inspirasi Hati

AUTO BIOGRAFI
­­
Hasan Basri I Insirasi Hati
Founder & Trainer Rumah Inspirasi Hati


     Akrab di sapa Hasan atau Habe (HB), Lahir di Indramayu, 29 Januari 1991. Saya adalah seorang aktifis, organisatoris, guru, dan motivator hinggai saat ini. Saya alumnus Pondok Pesantren Modern Darul Ma’arif Indramayu yang kental akan pendidikan keislaman dan bahasa dibawah naungan Drs. KH. Munaji Assaufani MA dan sebelumnya saya pernah mondok di Pesantren Modern Al-‘Asyriyyah Nurul Iman Parung Bogor yang dibawah asuhan Al-Habib Asseggaf Bin Mahdi Bin Syekh Abi Bakar Bin Salim.
   Kemudian saya  melanjutkan kuliah di dua universitas yaitu UIN Syarif Hindayatullah Jakarta (S1) Jurusan Pendidikan Agama Islam dan KAHFI BBC Motivator School (D4) Jurusan Ilmu Komunikasi dan Sekarang sedang menyelesaikan S2 nya di STAINU Jakarta jurusan Sejarah Kebudayaan Islam Fokus Kajian Islam Nusantara (Semester 3)
      Saat ini saya sedang melakukan beberapa riset salah satunya tentang kajian Islam Nusantara dan Islam Multikultural. Kesukaan saya dalam dunia pendidikan dan public speaking telah mengantarkan diri saya pada event-event nasional sebagai Guru PAI, Pembina Pramuka, Master of Ceremony (MC), Trainer, Motivator, khatib, terapist, dan lain sebagainya. Sedang hobi saya dalam tulis menulis telah di geluti sejak masih di Sekolah Dasar tingkat SMP hingga saat ini. Beberapa karya saya ialah The Power of Modal Gaib, Misteri Di Balik Masalah, God Always Answer dan Konsep Pendidikan Anak Dalam Islam. Juga beberapa karya tim bersama Tim Motion yaitu Jurus Edan Menaklukan Ujian Mandiri, Bukan Sekedar Mahasiswa, Yuk, Nikah!, dan buku yang terakhir di susun bersama tim adalah Gerbang Islam Nusantara: Kumpulan Kajian Literatur Islam Nusantara.

#HBinspirasiHati
Untuk menjadi Inspirasi sejati
----------------------
Undang Training Hubungi 08983575033 (Cacha)


-()-

Rabu, 08 Maret 2017

Mahasiswa Keren 2017

Sumber Gambar: Kamera Pribadi
Foto ini adalah Memori Kebersamaan Mas HB 
Saat Menjabat Sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan PAI 2014.
Masa-masa kuliah adalah masa-masa yang seru banget. Seru dalam belajar, Seru Meneliti, seru berorganisasi, seru mengabdi ke masyarakat, seru berdemo, dan yang gak kalah seru adalah seru memilih pasangan hidup, hehe..
_________________________________________________________________
Menjadi mahasiswa itu keren loh !  gak percaya, baca terus sampai selesai. okay..
_________________________________________________________________
Mahasiswa itu beragam prinsip dan kebiasaanya. Ada mahasiswa idealis ada pula yang pragmatis. Kedua hal tersebut dapat dilihat dari kebiasaannya.
  • Mahasiswa yang fokus hanya kuliah saja disebutnya Kupu-kupu (Kuliah pulang-kuliah pulang). 
  • Mahasiswa yang aktif kuliah aktif juga organisasi disebutnya Kura-kura (kuliah Rapat-kuliah rapat). 
  • Mahasiswa yang kuliah sambil kerja disebutnya Kunang-Kunang (Kuliah cari Uang) 
  • Mahasiswa yang kuliah cari pacar disebutnya apa ya....? Tebak aja sendiri hehee..
  • Btw, itu sih mending, ada nih kebiasaan mahasiswa yang kuliah kagak lulus-lulus, organisasi kagak, kerja kagak, pokoknya gak ngapa-ngapain dah. Sampai pada akhirnya ia mendapat gelar MA. Wih keren banget yah dapat gelar MA kayak dosen. Upss entar dulu, MA emangnya apaan dah?? kok bangga...hehe.. Tenang, akan saya artikan. MA itu bukan Master Agama, tapi Mahasiswa Abadi. hahaa... Mahasiswa jenis ini gak ada lagi kemungkinannya kecuali di DO alias Drop OUT. ihhh ngeri banget yah...! Pokonya amit-amit jabang bayi dah, kalian jangan pada kayak begitu, kasian orang tua mu, iya gak? mereka nungguin kamu di wisuda dan menjadi sarjana. uhh terharuu...
____Udah ah, jangan becanda lagi, saya mau nulis serius nih, agar kalian yang baca juga dapat ilmu yang serius. yuk kita mulai.____
       Saya ingin mengajak kalian untuk memahami "Apa Itu Mahasiswa Keren?" Saya akan menunjukan kepada kalian sebuah hasil wawancara yang telah saya dapatkan dengan seorang mantan mahasiswa dan aktivis UIN Sayarif Hidayatullah Jakarta yaitu Lukman Hakim. Saat ini ia telah menjadi Pengusaha sukses, politikus, dan aktivis.
Saya memulai dengan pertanyaan berikut:
  • Mimpi Apakah yang Pernah Anda Miliki Saat Menjadi Mahasiswa?___
Mimpi menjadi manusia yang Mandiri. Dalam artian hidup saya tidak boleh merepotkan orang lain terutama orang tua, teman, dan sahabat yang ada di lingkungan saya, justru sebaliknya, mestinya kita menjadi pribadi yang lebih berarti kepada siapapun, serta memberikan manfaat dan maslahat yang sebesar-besarnya bagi siapapun yang membutuhknya. Maka, dari mimpi itulah, saya memaksimalkan setiap usaha dengan segala upaya agar bisa meraih kesuksesan baik ketika di kampus, organisasi mapun dalam bidang pekerjaan.
Selanjutnya yang tidak boleh untuk ditinggalkan ialah proses belajar. Rasulullah Saw., mendapat perintah yang pertama ialah untuk Iqra’ (membaca), yang dapat juga diartikan belajar. Belajar terhadap berbagai aspek kehidupan, keadaan, atau kondisi yang terjadi. Maka dari itu, proses belajar bagi setiap manusia adalah suatu keniscayaan yang harus terus di langgengkan sejak dalam buaian hingga ke liang lahat. Jika manusia berhenti belajar maka berhentilah proses kehidupanya. 
Dari proses belajar itulah, kita harus senantiasa menyadari akan makna dari hakikat kehidupan. Tidak semua manusia hidup bahagia dengan segala kekayaan dan prestasinya, namun ada yang susah, sedih, takut, bingung, miskin dan lain sebagainya. Kita perlu menyadari akan hal tersebut agar kita mampu memiliki kebijaksanaan dalam hidup. 
Sakit memang, bahkan perih jika kita menjalani proses. Lihatlah kupu-kupu. Sebelum menjadi kupu-kupu ia melawati proses panjang yang sangat menyakitkan, dari bentuk Ulat menjadi kepongpong, lalu ia menjadi kupu-kupu yang indah nan cantik. Begitupun diri kita, jika ingin menjadi manusia yang sukses, bahagia, dan menjadi orang hebat, maka harus menjalani proses panjang. So, nikmati segala kondisi yang sedang dan akan terjadi, karena percayalah kesuksesan itu pasti akan datang kepada orang-orang yang memiliki upaya.
  • Motivasi Apakah yang Menjadikan Anda Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi Saat Menjadi Mahasiswa?__
Pertama, Orang tua – yap, orang tualah yang menjadikan saya termotivasi untuk bisa menghadapi berbagai macam problematika kehidupan kampus. Jika di ingat masa-masa itu membuat hati saya bercampur aduk, rasa haru, bangga, bahagia, namun juga rasa prihatin yang sangat besar. Karena masa itu menjadi satu masa yang menjadikan saya berpikir kritis terhadap berbagai hal yaitu diantaranya tentang keadaan finansial orang tua yang sangat terbatas jauh dari kata makmur dan sejahtera. Sehingga diri saya tidak mampu berharap banyak dalam segi keuangan atau finansial. Padahal yang namanya orang kuliah pasti membutuhkan biaya yang tidaklah sedikit, baik biaya untuk pendidikan mapun biaya hidup, namun begitulah, hati saya sangat menolak jika menaruh pengharapan kiriman dari orang tua, bahkan “Boro-boro saya minta di kirimin uang sama orang tua, mengingat mereka saja membuat hati sedih karena hidupnya yang memprihatinkan”.
Sejak menjadi mahasiswa saya tidak pernah mau meminta uang dari orang tua malahan saya berpikir bagaiamana caranya agar saya bisa mengirim uang kepada orang tua, karena betapa malunya jika seorang anak laki-laki yang berlabelkan “mahasiswa” masih meminta uang kepada orang tua, apa kata dunia !. hehehee...
 Saya berjanji dalam hati, apapun yang terjadi dalam hidup ini akan saya jalani, karena saya yakin Allah pasti akan memberikan jalan kemudahan bagi hambanya yang taat. Begitulah keyakinan saya benar-benar membuat sekujur tubuh saya dari ujung rambut hingga ujung kaki bersemangat untuk memperjuangkan kehidupan saya dengan tanpa merepotkan orang tua. Dalam langkah tersirat niat hati untuk menjunjung tinggi harkat, derajat, dan martabat orang tua dengan segala daya dan upaya.
Kedua, Saya berpikir bahwa saya hidup harus mampu menaklukan Alam. Sahabat Motion, jika kita hidup hanya menjadi orang yang takut dan hawatir akan kegagalan, masalah, atupun kekalahan, maka kita akan selamanya hidup dalam keterpurukan dan penjajahan. Padahal zaman terus bergulir dengan silih berganti, bahkan kini kita sedang berada di zaman canggih globalisasi dan modernisasi. Semua orang sudah menguasai berbagai macam aplikasi yang sangat canggih, maka Jika kita tidak mampu memiliki kemampuan untuk menguasai aplikasi itu, selamanya kita akan tertindas dalam kehidupan yang direndahkan dari golongan yang lain. Kalau bukan kita yang merubah lalu siapa lagi, kalau bukan sekarang lalu kapan lagi. So, tundukan dan taklukan alam agar kau berjaya dimasa sekarang dan akan datang.
Ketiga, orang besar itu selalu menyelesaikan masalah yang besar pula. Filosofi itu yang membuat saya semakin greget terhadap dunia yang dipenuhi oleh ketakutan dan pikiran kerdil, padahal sesungguhnya tidak ada orang besar yang tidak memiliki masalah, tidak ada orang sukses tanpa kegagalan, dan tidak ada pemimpin Hebat yang tidak pernah gagal. So, sebelum anda berkata “saya menyerah “, atau “saya tidak pantas untuk menjadi A, B, C dan seterusnya.....”. maka, saran saya berpikir dan merenunglah sejenak tentang filosofi di atas, sebelum anda menyesal seumur hidup. Karena tidak ada masalah tanpa solusi. Solusi akan ada dibalik setiap masalah, hanya saja kita butuh waktu dan upaya yang maksimal untuk menemukanya.
  • Mahasiswa Penting Gak Sih Mengikuti Kegiatan Organisasi?____
Biasanya relatif, tergantung siapa yang memandang. Akan tetapi menurut hemat saya kegiatan organisasi sangatlah penting, karena ilmu organisasi tidak di ajarkan dalam bangku kuliah. Kemudian dari pada itu, yang harus kita ketahui bahwa Organisasi adalah sebuah wadah atau ruang yang strategis untuk mengembangkan potensi diri dalam berbagai bidang seperti ilmu manajemen kepemimpinan (Leadership management), ilmu sosial dan politik, mengasah skill atau keahlian, memperbanyak relasi dan teman, serta mereaktualisasikan diri menuju perubahan yang tidak di miliki oleh mahasiswa yang ada pada umumnya. 
Namun juga, dalam berorganisasi akan ada berbagai tantangan dan hambatan dalam menjalaninya. Segudang kesibukan organisasi sering kali dijadikan sebagai alasan atau alibi bagi sebagian mahasiswa dalam proses belajar di dalam kelas, sehingga tidak jarang mahasiswa yang seperti ini meninggalkan kelas saat jam pelajaran, absen banyak yang bolong, bahkan yang lebih parah mereka mendapat gelar MA alias Mahasiswa abadi. Padahal pada kenyataannya bukanlah organisasinya yang membuat mahasiswa terhambat, akan tetapi mahasiswa itu sendiri yang belum pandai membagi waktu, kapan waktu belajar di kelas, kapan waktu belajar di organisasi, dan kapan waktu untuk bekerja. Jika kita pandai mengatur waktu maka segala rutinitas dan aktifitas tidak akan ada masalah atau menghambat bagi dirinya.
  • Lalu Bagaimana Menurut Anda Tentang Mahasiswa yang  Sering Kali Meremehkan Organisasi?         
       Menurut hemat saya “Jangan pernah melihat orang lain ketika hendak aktif di organisasi, lihatlah diri sendiri”. Artinya diri kitalah yang merasa butuh akan ilmu organisasi itu, jadi berproseslah dengan baik dan sungguh-sungguh. Seringkali jika kita terlalu sibuk melihat orang lain, maka pengaruhnya berdampak pada jalan pola pikir kita, sehingga kita akan terbawa pada keadaan orang itu, padahal seharusnya kita memunculkan prinsip yang kuat sebagai mahasiswa.
            Mahasiswa yang suka meremehkan organisasi biasanya di karenakan perbedaan pandangan, atau karena belum mengetahui makna dan hikmah di balik organisasi, dan mungkin juga di karenakan masalah pribadi yang membuat dirinya sungkan dan anti pati terhadap organisasi.
          Demikianlah sahabat pembaca. Semoga tulisan ini bermanfaat buat kalian semua dan juga dapat memotivasi kalian untuk menjadi mahasiswa yang keren. amin. Yang terpenting adalah seberapa besar kesungguhan kita dalam berproses dan berjuang. "Bersungguh-sungguhlah dalam menggapai impian, karena impianlah yang akan mengantarkan diri kita kepada tujuan".[] #HBGreat #HBinspirasiHati #SuksesHebat45.

_()_


Baca Artikel Lainnya:
7 Ayat Inspirasi Hati
Masyarakat Bahari Dalam Tinjauan Sosio-Kultural
Dosa Meninggalkan Shalat 5 Waktu


"SEMANGAT HIDUP: EKSPRESIKANLAH DENGAN PRIBADI YANG TOTAL"

Selasa, 07 Maret 2017

7 Ayat Inspirasi Hati


Sumber Gambar: Google
Muhammad Al-Fatih Bersama Pasukannya 
Ketika Melakukan Ekspedisi Penaklukan Konstantinopel Tahun 1453 M

     Manusia adalah makhluk yang sempurna dibanding makhluk Allah yang lainnya. Oleh sebab itulah, kecemburuan Iblis dan pasukannya tidak akan pernah henti untuk menggoda dan menghasut umat manusia agar tersesesat dan terjerumus ke dalam lembah Jahannam. Hal inilah yang menjadikan alasan saya untuk menuliskan 7 Ayat Inspirasi Hati ini.

        Fungsi 7 Ayat Inspirasi Hati ini, di antaranya adalah:

  • Sebagai Benteng Pertahanan dan Kekuatan Umat Islam
   Umat Islam perlu memiliki benteng pertahanan dan kekuatan yang besar dalam melawan godaan dan hasutan setan terkutuk beserta antek-antek nya. Hal ini telah di jelaskan Allah SWT dalam firman-Nya: "Sesungguhnya Syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu". (Q.s. 36: 60).   
      Lalu Al-Qur'an menyebutkan juga sebuah penjelasan tentang peristiwa nabi Adam dan Hawa yang di hasut oleh Iblis. "Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)". (Qs.7:20).
    Kedua ayat tersebut sedikit tidaknya telah menjelaskan kepada kita bahwa syaitan adalah musuh yang nyata bagi segenap umat manusia khususnya umat Islam. Maka dari itu, kewaspadaan dan kehati-hatian kita harus senantiasa di tingkatkan karena bisikan syaitan sangatlah berbahaya. Maka, 7 Ayat Inspirasi Hati ini diharapkan mampu menjadi pertahanan dan kekuatan bagi umat Islam dalam melawan segala kejahatan Syaitan dan Antek-anteknya.
_______________________________________________________________________ 
"Antek-Antek Syaitan adalah Seluruh Manusia yang memiliki kebencian terhadap Islam & penganutnya yang berhati kotor dan dipenuhi dengan sifat tercela (iri dengki, hasud, sombong, su'udzan, dan lain sebagainya)]". ____________________________________
  • Sebagai Motivasi Yang Membangkitkan 
    Sifat Manusia adalah makhluk yang tidak bisa lepas dari sifat salah & lupa. oleh karena itu, Allah Swt. memberikan fasilitias yang sangat canggil yaitu akal. Kata akal berasal dari bahasa arab 'aql yang artinya pengikatan dan pemahaman terhadap sesuatu. 
 Akal adalah suatu peralatan rohaniah manusia yang berfungsi mengingat, menyimpulkan, menganalisis, menilai apakah sesuai benar atau salah. (Vardiansyah:2008).  
 Dengan akal inilah manusia dapatmelakukan sebuah proses berpikir tentang segala sesuatu yang telah Allah Swt. ciptakan di atas muka bumi ini. 
      Namun, yang namanya manusia selalu saja melanggar aturan yang telah Allah  Swt., anugrahkan tersebut. Akal seringkali tidak di gunakan untuk berpikir yang benar, melainkan digunakan untuk berpikir yang salah seperti bagaimana caranya menghancurkan dan merusak orang lain, atau sering kali di gunakan sebagai alat kecurangan, menipu, korupsi, dusta, dan berbagai perbuatan dosa lainnya. Na'udzubillah.
         Maka, Allah Swt., menyiapkan sebuah perangkat khusus untuk manusia yaitu Pintu Taubat. Pintu Taubat akan selalu terbuka selama manusia masih mau beriman & bertaqwa kepada Allah Swt. Ini merupakan kasih sayang Allah Swt. yang disebut maha Al-Rahman & Al-Rahim.  
      7 Ayat Inspirasi Hati ini akan memotivasi kita dalam meraih bahagia sukses dunia dan akhirat. Dan akan menuntun kita menemukan jalan Shiratal Mustaqim, "(Yaitu) Jalan Orang-orang yang telah Allah beri nikmat...". (Q.S.1:7)
  • Sebagai Nasihat Yang Meneduhkan
       Huruf demi huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat yang ada di dalam Al-Qur'an merupakan nasihat yang sangat meneduhkan. Siapa saja yang mendengarkan bacaan ayat Suci Al-Qur'an pasti akan terhipnotis. Gaya bahasa dan sastranya sangatlah tinggi sehingga tiada satupun manusia yang menandingi-Nya. 
  • Sebagai Solusi Yang Mencerahkan
        Setiap manusia pasti memiliki masalah. Masalah akan selalu ada selama manusia hidup di muka bumi ini. Karena masalah adalah anugerah dari Allah Swt., kepada hamba-Nya. Semakin tinggi derajat seseorang semakin tinggi pula masalah yang menerpa. Semakin kuat iman seseorang semakin kuat pula syaitan menggodanya. 
  • Sebagai Obat Yang Menyembuhkan
    Masih ingatkah dengan lirik lagu "Obat Hati" oleh penyanyi kondang religi Opick. yaitu:
Tombo ati iku limo perkaraneKaping pisan moco Qur'an lan maknane ... dst.
        Lirik lagu di atas dalam bahasa Indonesia adalah "Obat hati ada lima perkaranya, yang pertama baca Qur'an dan maknanya". Lagu ini sempat menjadi lagu favorit bagi sebagian kalangan umat Islam bahkan sampai saat ini masih sering di jadikan sebagai lantunan shalawatan di masjid-masjid daerah Nusantara. 
     Menurut saya, lagu ini memiliki makna yang sangat fuindamental, karena di dalamnya mengandung nilai-nilai syiar atau dakwah Islamiyah. Salah satunya lirik di baris 1 & 2. Ia menjelaskan bahwa salah satu dari lima obat hati adalah Membaca Al-Qur'an dan Maknanya. Membaca Al-Qur'an dan memahami maknanya merupakan suatu obat hati yang menyembuhkan diri seseorang dari segala penyakit, baik penyakit dzahir maupun bathin. 
  • Sebagai Kunci Kesuksesan
      Mari kita tengok perjalanan Muhammad Alfatih. Beliau merupakan tokoh yang sangat masyhur dan mulia dimata umat Islam di seluruh dunia disebabkan kesuksesannya dalam menaklukan Konstantinopel pada tahun 1453 M. Kesuksesannya bukan tanpa masalah, melainkan ia mendapat hambatan dan tantangan hebat. Ribuan pasukan tumbang menjadi syuhada di medan pertempuran, strategi demi strategi telah gagal dipraktekan, kondisi kelaparan melanda, senjata tidak memadai, masuknya penyusup di benteng pertahanan, dan berbagai masalah-masalah yang lainnya. Bahkan Muhammad Al-Fatih sempat mengalami psimis dan ketidak percayaan diri, namun berkat nasihat gurunya ia kemudian bangkit dan menemukan kepercayaan dirinya kembali dalam menyelesaikan ekspedisinya yaitu menaklukan Kosntantinopel. 
        Lalu, apa yang menjadi sebab Muhammad Al-Fatih bangkit dan mendapat pertolongan Allah Swt yang sangat agung, sehingga ia mendapatkan kemenangan dalam pertempuran besar tersebut?. Nasihat Apa yang telah disampaikan oleh gurunya kepada Muhammad Alfatih?. Sebentar lagi kita akan menemukan jawabannya. Karena jawabannya ada di 7 Ayat Inspirasi Hati tersebut. 
_______________________________________________________________________Untuk membuka  7 Ayat Inspirasi Hati tersebut, Silahkan Buka =>> Disini.

_Wallahu A'lam Bi Shawab_ 
Lihat Artikel Lainnya:
Teori-Teori Sosial Budaya: Masyarakat Bahari Dalam Tinjauan Sosio-Kultural 
Dosa Meninggalkan Shalat 5 Waktu 
Do'a Sukses Total 
Kunci Pembuka Kekayaan 
4 Kata Yang Membunuh Kesuksesan


"BE A POSITIF THINKING"

_()_

Teori-Teori Sosial Budaya: Masyarakat Bahari Dalam Tinjauan Sosio Kultural

 Tugas UAS
PASCA STAINU JAKARTA
Mata Kuliah: Teori-Teori Sosial Budaya
Dosen: Radhar Panca Dahana

Judul:
“MASYARAKAT BAHARI DALAM TINJAUAN SOSIO-KULTURAL”
(Studi Lapangan Masyarakat Bulungan Blok M Jakarta Selatan)
Oleh: Hasan Basri (NIM: 160101237)


Sumber: Google
          Penelitian lapangan yang telah penulis lakukan pada hari Sabtu, 7 Januari 2017 di Kawasan Bulungan Blok M Jakarta Selatan dimulai sejak Pukul 14.28 – 18.00 WIB. atau kurang lebih selama 3 jam 32 menit, dengan tema penelitian “Masyarakat Bahari Dalam Tinjauan Sosio-Kultural: Studi Lapangan Masyarakat Bulungan Blok M Jakarta Selatan. Menemukan beberapa hal yang patut di jadikan suatu kajian kritis dalam melacak keberadaan manusia bahari yang ada di Nusantara. Namun sebelum saya memaparkan beberapa penemuan tersebut, terlebih dahulu saya menampilkan beberapa ciri manusia bahari yang telah disebutkan oleh dosen pengampu mata kuliah Teori-Teori Sosial BudayaYaitu Radhar Panca Dahana. Ciri-ciri tersebut adalah:
  1.      Sama (Egaliter/Equal)
  2.       Saudara/persaudaraan/Gotong royong (Fraternity)
  3.       Bebas (Free/Liberte)
  4.       Terbuka (Open/Mind-Society)
  5.       Multi Cultural
  6.       Inter Cultural
  7.       Acceptant
  8.       Feminime
Kedelapan ciri-ciri tersebut menjadi satu referensi saya dalam melakukan penelitian lapangan ini, sehingga dalam mengidentifikasi objek penelitian dapat dilakukan dengan jelas mana yang termasuk masyarakat bahari dan mana yang bukan. Namun yang menjadi masalah adalah apakah masih ada masyarakat seperti ciri-ciri yang tersebut di atas, padahal zaman ini telah berganti menjelma dengan segala perubahan dan pengaruhnya yang bersifat globalisasi, westernisasi, dan modernisasi. Perihal semacam ini, yang telah mengubah pikiran dan batin manusia dengan segala kepentingan-kepentingannya (Oportunis) dan sikap pragmatisnya.
Penelitian ini dengan menggunakan tehnik wawancara secara langsung kepada masyarakat yang menjadi sasaran atau objek penelitian, seperti pedagang kaki lima, pengunjung, tukang parkir, pengamen, satpam, pelayan, tukang ojek & masyarakat sekitar Bulungan Blok M Jakarta Selatan.
Berlatar belakang dari perihal di atas, saya mencoba untuk memaparkan hasil temuan saya selama proses pengamatan 3 jam 32 menit di Bulungan Blok M Jakarta Selatan tersebut. Paling tidak penulis menemukan 6 poin yang menurut penulis adalah penting untuk di kaji lebih mendalam berkaitan masyarakat bahari.

________________________
PROSES WAWANCARA
________________________
Dimulai dari sebuah wawancara ringan dengan seorang bapak tua yang berusia 69 tahun. Sebut saja pak Hamid. Dia adalah seorang pedagang mie ayam bakso yang terletak dipertigaan depan Plaza Blok M yang berasal dari Gunung Kidul Jogjakarta. Profesinya ini telah ia geluti selama hampir 25 tahun. Pak Hamid  telah banyak makan asam garam dari berbagai jenis pekerjaan dan perdagangan selama tinggal di Ibu Kota. Pak Hamid  telah merantau dan menetap di kota Jakarta selama 40  tahun. Kini ia telah memiliki 3 orang anak dan 4 orang cucu. Begitulah pemaparan cerita dari pak Hamid.
Saya terkesan dengan cerita beliau, lebih-lebih ketika beliau menjelaskan tentang suka dukanya dalam melewati gelombang kehidupan di masa awal perantauannya. Berbagai tantangan dan hambatan menghadang setiap langkah baiknya. Profesi yang saat ini ia geluti bukanlah kali pertama melainkan puluhan dari profesi yang pernah ia coba. Tidak sedikit ia mengalami berbagai kegagalan dan kebangkrutan, tapi begitulah sikapnya yang rendah hati, tekun, ulet, dan yang tidak kalah penting adalah tekadnya yang kuat, telah membuatnya mampu bertahan sampai pada saat ini.
Dari wawancara inilah saya mendapat satu inspirasi dan pelajaran hidup dari orang kecil tapi berjiwa besar, dari orang biasa tapi berhati mulia.  Namun, saya tidak puas sampai disini. Saya terus melanjutkan perjalanan untuk melakukan pengamatan terhadap masyarakat yang lainnya, yaitu di sekitar Gor Bulungan sampai ke dalam mall blok M Squer dan Plaza Blok M.
            Pada proses pengamatan selanjutnya, saya menemukan sebuah fakta yang jelas dan rill bahwa masih ada masyarakat bahari. Penemuan ini saya dapatkan ketika saya bersinggah dan bertemu dengan seorang pedagang gule. Pada awalnya saya berpikir pedagang itu hanya beberapa saja tiga atau empat grobak, tapi setelah waktu semakin sore tepatnya pkl. 16.40 WIB ternyata pedagang gule itu sangatlah banyak. Jika saya tidak salah dalam menghitung jumlah tukang gule tersebut yaitu mencapai 14 orang atau 14 grobak atau bisa jadi lebih dari itu. Yang lebih menarik dan membuat saya tercengang adalah posisi mereka yang saling berdekatan dan bahkan berdampingan. Lebih luar biasanya lagi, mereka dapat berjalan dengan sangat damai dan aman. Pernyataan ini saya dapatkan dari perbincangan saya dengan salah satu pedagang gule sebut saja mas fajar (21 tahun). Ia berdagang gule baru 6 bulan, tapi menurutnya berdagang gule itu asyik, seru, dan banyak kenalan. Betapa tidak, sepanjang saya duduk di tempatnya mas fajar, pembeli tidak pernah sepi, selalu saja datang bahkan sampai mengantri untuk mendapatkan tempat duduk yang telah disediakannya. Pembeli berasal dari sekitaran blok M maupun sekitaran kota Jakarta bahkan tidak sedikit yang datang dari luar kota diantaranya kota Tangerang, Bekasi, bahkan ada pula yang jauh-jauh dari kota Bogor hanya untuk mencicipi gule masakan mas fajar.
Pelajaran yang saya dapatkan dari pengamatan yang kedua ini adalah betapa pentingnya sebagai umat manusia untuk mengedepankan sikap saling hormat menghormati, harga menghargai, dan sikap toleransi sehingga terciptalah sebuah perdamaian, persaudaraan, persamaan, dan persatuan kesatuan antar sesama umat manusia, tanpa melihat dan memperbesar perbedaan melainkan melenturkan perbedaan itu dengan mencari titik persamaan. Karena seyogyanya nabi Muhammad Saw. Di utus kemuka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak karimah dan sebagai uswatun hasanah (teladan atau contoh) bagi umat seluruh alam.
Pada menit-menit akhir tepatnya pada Pkl. 17.10 WIB saya melanjutkan perjalanan berkeliling seputaran wilayah Gor Bulungan. Disinilah saya bertemu dengan anak-anak pengamen, tukang parkir, anak-anak tongkrongan, tukang ojek pangkalan, penjual asongan dan pengunjung yang sedang menikmati berbagai fasilitas gelanggang olahraga tersebut.
 ____________________
_________________________________________________
HASIL TEMUAN TENTANG MASYARAKAT BAHARI
_________________________________________________
Berlatar belakang dari hasil wawancara di atas, saya mengamati dan menganalisis secara kritis dengan segala keterbatasan pada diri peneliti. Saya akan coba menyajikan 6 pokok temuan yang menjadi pembahasan berkaitan tentang masyarakat bahari. Perlu dicatat bahwa saya belum menemukan karakteristik bahari yang sesungguhnya yang tampak pada diri seseorang yang telah saya temui, namun paling tidak ada yang hampir mendekati atau mirip dengan ciri-ciri masyarakat bahari yang telah di sebutkan di atas. Hal ini mengapa bisa terjadi, dugaan saya sementara ini dikarenakan adanya proses perubahan dan perkembangan zaman yang semakin modern, belum lagi dengan adanya berbagai budaya globalisasi & westernisasi yang terus merajalela baik melalui media elektronik, cetak, maupun pergaulan masyarakat secara langsung. Hal itu yang telah mengubah karakteristik masyarakat cenderung menjadi oportunis dan pragmatis. Adapun untuk membuktikan kebenaran dari dugaan tersebut diperlukan penelitian lebih lanjut dan mendalam.
 Berikut adalah hasil temuan selama proses pengamatan dan penelitian lapangan selama  3 jam 32 menit, yang berlangsung secara baik dan kondusif di sekitar Gor Bulungan Blok M Jakarta Selatan yang melalui tehnik wawancara dan pengamatan secara langsung oleh penulis, yaitu diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      Masyarakat Bahari adalah masyarakat yang ramah tamah kepada siapapun.
Sikap ramah tamah merupakan satu sikap yang dimiliki oleh masyarakat bahari yang mencerminkan tutur kata yang lembut dan andap asor (rendah hati). Jika berhadapan dengan kawan bicaranya maka ia tidak menunjukan sikap sombong & angkuh, Jika dihadapkan dengan masalah maka ia tidak terkontaminasi melainkan senantiasa dihadapinya dengan ketenangan hati dan bersikap legowo (Menerima). Sikap inilah yang saya temui dari sesosok pak Hamid seorang pedagang mie ayam bakso. Keramahannya dalam memberikan pelayanan kepada konsumen terlihat jelas dan sangat menyenangkan hati.
2.      Masyarakat Bahari adalah masyarakat yang kuat menjaga norma kesopanan
Setiap manusia akan selalu merindukan sebuah lingkungan yang damai, aman dan sejahtera. Keadaan ini akan dapat dibentuk dengan sikap dan etika yang baik, dan menjaga norma kesopanan. Oleh sebab itu, manusia Bahari dalam kehidupannya senantia mengedepankan norma-norma kesopanan dan juga nilai-nilai etika dan estetika, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara.
3.      Masarakat Bahari adalah masyarakat yang konsisten terhadap pekerjaan
Dilihat dari hasil wawancara bahwa pengamat menemukan sebuah data yang menakjubkan, bahwa konsistensi masyarakat yang mangkal dagangannya di sekitaran Bulungan blok M telah mencapai puluhan tahun lamanya. Pak hamid misalnya, ia berdagang mie ayam bakso lebih dari 25 tahun, atau pedagang Gule yang sudah mencapai 30 tahunan. Hal ini sejalan dengan filosofi orang jawa “Alon-alon waton kelakon” yang artinya pelan-pelan yang penting kesampaian.
4.      Masyarakat bahari adalah masyarakat yang suka berkumpul bersama dengan kehidupan sederhana
Kesederhanaan manusia berkarakter bahari dalam menjalani kehidupannya dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi manusia yang lainnya. Kendati demikian, masyarakat bahari juga memiliki kebiasaan yang sangat unik yang disebut filosofi orang jawa “Makan gak makan asal kumpul” yang artinya meskipun kondisi dan keadaan mereka yang hidup pas-pasan dan penuh kesederhanaan yang paling penting adalah kebersamaan. Kebersamaan menurut mereka tidaklah bisa tergantikan dengan hal yang lainnya.
Berkaitan dengan hal di atas, saya mengingat masa-masa ketika mondok (belajar di pesantren) dan saat berada di asrama mahasiswa. Suatu kebiasaan yang tidak bisa di lewatkan ketika makan, walaupun ada piring, sendok, mangkok, ataupun lainnya, seorang santri selalu menginginkan makan di atas daun pisang, atau tampah (Nampan), dengan formasi kaki satu dan tidak pernah menghiraukan masalah lauk pauknya. Kaki satu adalah suatu istilah yang khas di kalangan santri pada saat sedang makan bersama di atas tampah, daun pisang, atau nampan. Hal itu dilakukan dengan tujuan agar ketika makan santri-santri bisa makan bersama walaupun jumlah santri itu sangat bannyak. Nuansa ini adalah suatu hal yang senantiasa di rindukan dan menjadi kenangan yang sulit untuk di lupakan.
5.      Masyarakat Bahari adalah masyarakat yang suka merantau
Dari sekian banyak orang yang telah peneliti temui, hampir jarang masyarakat pribumi yang asli (masyarakat betawi). Kebanyakan dari mereka adalah perantau yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, diantaranya dari jawa, Sumatra, Kalimantan, papua, Sulawesi, aceh, dan lain sebagainnya. Dari sinilah, peneliti memunculkan satu kesimpulan sementara bahwa masyarakat bahari adalah masyarakat yang menyukai perantauan. Ia tidak suka hidup di satu tempat, ia menginginkan pengalaman dan kehidupan yang bebas, dalam artian bebas namun tetap patuh terhadap norma-norma social, agama, dan hukum Negara.
6.      Masyarakat Bahari adalah masyarakat yang ulet dan pekerjaan keras.
Sikap ulet dan kerja keras telah menjadi prinsip manusia Bahari dalam melakukan suatu pekerjaan baik sebagai pengusaha, pedagang, pebisnis, nelayan, petani, dan lain sebagainya. Hal itu dapat terlihat dalam kesehariannya yang pantang menyerah, penuh semangat, tidak peduli berapa penghasilan atau upah yang ia dapat, melainkan lebih mengutamakan kinerja yang maksimal dan total. Sikap ini berbanding terbalik dengan manusia kontinental, yang dalam melakukan pekerjaannya selalu di ukur dengan keuntungan besar dan banyaknya upah yang ia dapat.

______________
KESIMPULAN
______________

Manusia Bahari merupakan suatu konsep kehidupan yang harus dipublikasikan secara komprehensif kepada seluruh masyarakat Indonesia bahkan kepada masyarakat dunia sebagai upaya untuk menanggulangi krisis moral yang berkepanjangan, peperangan yang tidak kunjung berkesudahan, kekacauan yang tiada terhentikan, dan krisis kebudayaan yang pada saat ini keruh dan lemah akibat dari westernisasi, modernisasi, dan globalisasi. Konsep manusia bahari bagaikan mata air yang jernih yang dapat menyegarkan dan menghilangkan dahaga umat manusia.[]

-()-