Selasa, 19 Agustus 2014

2 KUNCI RAHASIA MENJADI ORANG YANG BAHAGIA



2 KUNCI RAHASIA MENJADI ORANG YANG BAHAGIA
Oleh
Hasan Basri
=================================================================
Hari ini, saya telah kembali merasakan sebuah kebahagiaan walau hanya dengan sedikit tersenyum, hal itu lebih baik buat saya dari pada hari kemaren yang sangat membosankan dan menjenuhkan, bagaimana tidak, pikiran dan hati tak mampu merasakan ketenangan dan ketentraman, seolah kepala ini dipenuhi dengan sebuah beban yang berton-ton besi, sehingga saya sangat merasakan kepala yang berat dan menyakitkan. Belum lagi hati yang terasa seperti ditusuk-tusuk jarum yang tajam, kegelisahan dan kegalauan yang mengakibatkan ketidak nyamanan  hidup dalam segala hal, makan terasa batu, minum terasa duri, berjalan terasa dipaku, yang pasti kemanapun, dimanapun dan apapun keadaan saya merasakan sebuah perasaan yang gak jelas, campur aduk stres dan kesedihan, tak ada pancaran senyum yang indah bahkan sangat berat jika harus dipaksa untuk tersenyum, kalau dalam pribahasanya adalah “senyum membawa luka”. Saya mencoba tersenyum tapi malah menderita dan orang lain menjadi sakit mata.
Kadang saya harus berfikir bahwa apakah setiap orang merasakan kegalauan dan kesedihan yang seperti saya rasakan saat ini? Anehnya, perasaan ini muncul tak ada sebab yang jelas. Datang begitu saja  seperti maen Jaelangkung “datang tak dijemput pulang tak diantar”. Yah, Jaelangkung saya katakan, karena saya sangat benar-benar merasakan sebuah perasaan galau dan sedih yang tak tahu datangnya dari mana, misalnya perasaan sedih atau galau, biasanya kedua perasaan tersebut pasti ada sebabnya entah karena kelaparan, putus cinta, gak punya uang, banyak hutang, ditolak cinta, ada keluarga yang meninggal, atau sebab-sebab yang lainya. Nah anehnya buat saya, sedih dan galaunya saya ini datang secara tanpa sebab yang jelas, begitu saja hadir merusak sistem dan jaringan pola pikir, tiba-tiba pusing, bingung, sedih, dan stress  membunuh segala pikir sehat dan mengkeruhkan hati yang jernih.
Saya berulang kali, mencoba mencari sebabnya tapi gak tahu, saya tak menemukanya. Namun sedikit terbersit dalam pikiran saya, apakah keadaan saya ini diakibatkan banyaknya dosa? Kemudian dosa itu menjadikan Allah menghukum saya dan menghilangkan ketenangan dan kebahagiaan didalam diri saya.
Dan yang paling parah, saya sampai berpikiran yang aneh-aneh yaitu apa perasaan ini karena saya diguna-guna (disantet) seseorang yang sedang punya iri dan dengki kepada saya? Namun apa iya, terus apa perlunya buat dia menyantet saya, orang kaya bukan, pejabat bukan, raja bukan, dan seingat saya, saya gak punya musuh atau bahkan orang yang bermasalah dengan saya pun tidak punya. Dan saya hanya orang biasa yang hidupnya saja masih tergantung oleh sebuah nasib dan perjuangan. Jadi, sangat tidak masuk akal jika ada orang yang mau iri dan dengki, terus menyantet saya agar saya kebingungan dan tertutup jalan pola pikirnya. Hmmm....Karena saya sudah berpikiran seperti itu, saya hanya menggelengkan kepala dan tersenyum penuh luka kepada diri sendiri.... hehe..e...!
Memang benar kata orang-orang bahwa mengendalikan diri sendiri itu lebih susah dari pada mengendalaikan orang lain, makanya banyak orang yang gagal dalam meraih impian hidupnya disebabkan ketidak mampuanya mengendalikan dirinya sendiri, dan entah pantas atau tidak saya pribahasakan dengan sebuah pepatah yang mengatakan bahwa  “Gajah dipelupuk mata tak kelihatan sedangkan semut disebrang lautan kelihatan sangat besar”. Artinya, masalah diri kita sendiri tak pernah kita ketahui dan gak pernah kita ungkit-ungkit (Introspeksi diri), tetapi masalah orang lain walau sedikit tapi langsung kelihatan, dan kebiasaan buruk kita langsung mengkritik dan mengobok-obok orang yang mempunyai kesalahan tersebut.
Sekali lagi saya katakan bahwa sesungguhnya mengurus dan mengendalikan diri sendiri itu lebih berat dari pada mengendalikan orang lain, maka dari itulah, diri kita harus senantiasa berupaya  menghiasinya dengan sadar, sadar berjuang, sadar berbuat baik, sadar berbuat salah, sadar dalam berfikir dan sadar bahwa sesungguhnya diri kita ini selalu diawasi oleh sang maha melihat dan maha mendengar yaitu Allah SWT. Oleh karena itulah, banyak para motivator mengatakan bahwa “Kalau ingin memperbaiki orang lain, maka perbaiki dulu diri sendiri, kalau ingin membuat orang lain sukses maka sukseskanlah diri sendiri”.
=================================================================
Syukur Alhamdulillah, pada akhirnya saya pun bisa bernafas lega dan menghirup udara segar kembali dan merasakan kebahagiaan serta ketenangan yang lebih baik. Karena mendapatkan sebuah pencerahan dari guru saya sekaligus senior saya, beliau adalah kanda Syarif. Beliau membuat saya termotivasi untuk bangkit dan sadar dari keterpurukan ini, tahukah apa yang membuat saya langsung berubah menjadi lebih baik dan lebih bahagia? Sebenarnya kunci suksesnya sangatlah sederhana dan sering saya lakukan, yaitu Bersyukur dan Berpikir Positif yang disertai Tindakan Positif.
Kedua hal itu, menjadi pondasi yang sangat kuat dalam trans pikiran dan perasaan saya dari negatif menjadi positif. Pertama, Bersyukur adalah suatu sikap dan ungkapan terimakasih seseorang atas pemberian nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, baik nikmat jasmani maupun rohani dan baik materi mapun imateri.  Karena bayangkan saja jika manusia tidak pernah bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah kita dapatkan dan kita rasakan, maka Allah pasti akan murka kepada kita, maka jangan pernah mengingkari atas apa-apa yang telah Allah berikan kepada kita whatever, whenever dan whereever syukurilah!.  Hal ini sudah diingatkan dalam firman-Nya:
øŒÎ)ur šc©Œr's? öNä3š/u‘ ûÈõs9 óOè?öx6x© öNä3¯Ry‰ƒÎ—V{ ( ûÈõs9ur ÷LänöxÿŸ2 ¨bÎ) ’Î1#x‹tã Ó‰ƒÏ‰t±s9 ÇÐÈ  
dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.s. Ibrohim 14:7).
Kedua, Berpikir Positif yang disertai Tindakan Positif. Menjadi hal yang sangat luar biasa pengaruhnya bagi kehidupan seseorang, dan bahkan jauh sebelum ini para rasululullah dan nabi-nabinya sudah membiasakan dalam Berpikir Positif yang disertai Tindakan Positif tersebut, Dalam istilah agama islam disebut Khusnudzan (berbaik sangka), berbaik sangka terhadap Allah SWT, berbaik sangka kepada Rasulullah, berbaik sangka kepada ibu bapa, teman, sahabat, tetangga, dan semua orang yang berada disekitar kita. Maka, jika diri kita melakukan sangkaan yang baik, berpikir dengan positif maka akan mendapat sesuatu yang baik pula, lebih dari pada itu diri kita akan mendapatkan pertolongan dan perlindungan dari Tuhan kita, serta mendapatkan kebahagiaan, ketenangan hidup, dan derajat yang luhur dihadapan Allah SWT. Begitulah yang saya lakukan selama saya melawan penyakit yang telah merusak pola pikir dan hati saya selama ini, tentunya semua itu tak lepas dari sebuah solusi yang terhebat tersebut yaitu Bersyukur dan Berpikir Positif yang disertai Tindakan Positif.
=================================================================
Sebagai contoh saya tuliskan bebrapa kata dan tindakan positif:
Pikiran Positif
     1.      Saya yakin Allah pasti akan memberikan jalan yang terbaik untuk kehidupan saya pada hari ini dan untuk hari esok;
      2.      Saya yakin saya Pasti bisa,
      3.      Terimakasih ya Allah, Teman-teman saya sangat baik dan perhatian kepada saya;
     4.      Terimakasih ya Allah, atas cobaan penyakit ini semoga saya senantiasa diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapinya;
      5.      Apapun yang saya lakukan pasti akan ada hikmahnya;
      6.      Segala macam kesulitan saya yakin pasti ada jalan keluarnya;

Tindakan Positif
      1.      Senantiasa mengerjakan dan membiasakan 3 M, yaitu:
-          Menjaga yang Wajib seperti Shalat 5 waktu dengan berjamaah, dll,
-          Menghidupkan yang sunah seperti shalat duha, shalat tahajud, dll,
-          Menjauhi dosa kecil dan dosa besar, seperti riya, sombong, ghibah, zina, mencuri, dll.
      2.      Membiasakan 3 D
-          Duha
-          Dzikir
-          Do’a
      3.      Membiasakan 3 B
-          Bermanfaat
-          Berkah
-          Bersemangat
      4.      Membiasakan 3 J
-          Jangan tinggalkan pagi tanpa duha
-          Jangan tinggalkan siang tanpa shalawat
-          Jangan tinggalkan malam tanpa tahajud
=================================================================
Semoga ini menjadi langkah awal untuk kedepanya dalam meraih kehidupan saya yang lebih baik. Yang paling penting saya bisa mendapatkan hikmah yang sangat berharga dari problem yang telah saya alami ini, tentunya semua itu tak lepas dari karunia Allah yang senantiasa menjadi pelindung dan penjaga bagi manusia sepanjang masa.
Cukup menjadi sebuah pelajaran dan pengalaman bagi saya, atas apa-apa yang telah terjadi selama ini di bebrapa hari yang lalu. Harapanya adalah Semoga Allah SWT menjadikan diri saya:
       1.      Selalu berpikir positif setiap saat;
       2.      Semangat dan optimis sepanjang masa;
       3.      Penuh yakin dan percaya pada diri sendiri dan kekuatan Allah SWT;
       4.      Senantiasa menumbuhkan mental yang sehat dan kokoh;
       5.      Menguatkan perasaan cinta dan kasih sayang untuk diri sendiri dan orang lain;
       6.      Banyak menghibur diri dengan bersilatutrahmi;
       7.      Menentukan masa depan yang lebih pasti sehingga tak ada kebingungan yang tertunda;
       8.      Selalu berkarya dan berprestasi dalam hidup;
    9.  Selalu bercahaya dan memiliki innerbeauty yang positif, sehingga orang lain merasakan kenyamanan bersanding dan berteman dengan saya;
      10.  Selalu bersyukur dan bertafakur kepada Allah SWT setiap saat dan sepanjang masa.  Amin ya rabbal alamin.

-----(*****)-----

Tidak ada komentar: