Selasa, 25 Februari 2014

NELAYAN KAFIR DAN NELAYAN MUKMIN

Nelayan Kafir dan Nelayan Mukmin 
Pada zaman dulu, ada dua orang nelayan, seorang mukmin dan seorang lagi kafir. Pada suatu hari kedua-duanya turun ke laut untuk menangkap ikan. Sewaktu  menebar jala, nelayan kafir menyebut nama tuhan berhalanya. Hasil tangkapannya amat banyak. Berlainan pula dengan nelayan mukmin. Apabila menebar jalanya, si-mukmin itu menyebut nama Allah. Hasilnya tidak ada seekor pun ikan yang tersangkut pada jaringnya. Hingga lewat senja, nelayan mukmin tidak berhasil  mendapat seekor  ikanpun.  Sedangkan  si-kafir itu kembali dengan membawa ikan yang sangat banyak.

Meskipun pulang dengan tangan kosong, namun nelayan mukmin itu tetap bersabar serta ridha dengan apa yang Allah takdirkan. Si-kafir yang membawa berbakul-bakul ikan pulang dengan rasa bangga dan congkak.

Malaikat yang melihat keadaan nelayan mukmin ini berasa simpati lalu mengadu kepada Allah. Allah memperlihatkan kepada malaikat tempat yang disediakan oleh-Nya untuk nelayan mukmin itu;  yaitu sebuah syurga. Berkata malaikat “Demi Allah, sesungguhnya tidak memberi arti apa-apa pun penderitaan di dunia ini jika dia mendapat tempat di syurga Allah”.  Setelah itu Allah memperlihatkan tempat yang disediakan untuk nelayan kafir. Berkata malaikat “Alangkah malangnya nasib si-kafir. Sesungguhnya tidak berguna langsung apa yang dia dapat di dunia dulu sedangkan tempat kembalinya adalah neraka jahannam”.



Tidak ada komentar: