Dalam perjalanannya keluar kota, seorang pengusaha
melewati daerah pedesaan. Di tengah jalan ia melihat seorang
petani mengangkat seekor babi tinggi-tinggi ke pohon apel dan
memeganginya selagi makan buah.
Kemudian petani itu melakukan hal yang sama untuk babi kedua
dan ketiga. Tergelitik melihat pemandangan itu, si pengusaha
yang terbiasa dengan efisiensi di segala bidang menyapa si
petani. "Pak, maafkan kelancangan saya. Tapi, jika saja bapak
menggoyang-goyang pohon apel itu, buah-buahnya pasti
berjatuhan ke tanah. Bukankah itu lebih menghemat waktu?"
"Waktu?" tanya si petani. "Apalah artinya waktu bagi seekor
babi."
melewati daerah pedesaan. Di tengah jalan ia melihat seorang
petani mengangkat seekor babi tinggi-tinggi ke pohon apel dan
memeganginya selagi makan buah.
Kemudian petani itu melakukan hal yang sama untuk babi kedua
dan ketiga. Tergelitik melihat pemandangan itu, si pengusaha
yang terbiasa dengan efisiensi di segala bidang menyapa si
petani. "Pak, maafkan kelancangan saya. Tapi, jika saja bapak
menggoyang-goyang pohon apel itu, buah-buahnya pasti
berjatuhan ke tanah. Bukankah itu lebih menghemat waktu?"
"Waktu?" tanya si petani. "Apalah artinya waktu bagi seekor
babi."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar