PENDIDIKAN ISLAM DAN PEMBINAAN ANAK SHALEH
Di dalam kitab suci al-Qur’an Allah telah berfirman:
إِنَّهُمْ
فِتْيَةٌ ءَامَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
Artinya: Sesungguhnya
mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami
tambahkan kepada mereka petunjuk; (al-Qs. al-kahfiy: 13).
Ayat
suci al-Qur’an tersebut adalah melukiskan suatu riwayat para remaja ash±bul
kahfi yang beriman baja, yang karena itu mereka mendapat limpahan hidayah
dan bimbingan Allah, tetap di jalan kebenaran dan kebaikan, kesopanan dan
kebaktian menuju keridhaan-Nya. Para remaja teladan yang telah di
abadikan Allah dalam ajaran qisah kitab suci-Nya itu dalam suatu ilustrasi
(gambaran) dari masaknya buah pendidikan agama yang telah diberikan
Ibu-Bapaknya sejak kecilnya, dalam
rangka memenuhi amanat Allah kepada mereka. Memang, dalam rangka memelihara
amanat itu, maka Ibu-bapak dapat mempunyai beberapa kewajiban terhadap anaknya.
Di antara kewajiban-kewajiban itu yang paling penting untuk dilaksanakan ialah
mendidiknya beragama. Mendidik anak beragama adalah wajib hukumnya. Tegasnya,
bahwa Ibu-Bapak dapat berdosa jika anaknya tidak dididik apalagi mengenai
agama, sampai menjadi anak yang shaleh, sesuai dengan sabda Rasulullah Saw:
إِلْزَمُوْا
أَوْلآدَكُمْ وَأَحْسِنُوْا أدَبَهُمْ
Artinya: “Hendaklah (seharusnya) kamu
mendidik anak-anakmu dan hendaklah kamu memperbaiki (meluhurkan)
akhlaknya”.
Sungguh bahagialah
Ibu-Bapak yang dikaruniyai oleh Allah anak yang shaleh, anak yang shaleh ialah
anak yang berbudi luhur, taat mengabdi kepada Allah, berbakti pada Ibu-Bapaknya
dan berjasa bagi bangsanya dan agama. Untuk dapat mempunyai anak yang shaleh,
tentu saja harus melalui pendidikan agama sejak kecilnya. Ibu-Bapak yang mempunyai
anak yang saleh itu berarti memperoleh keberuntungan dunia akhirat.
Kalau di dunia,anak
itu tahu tentang balas budi terhadap
Ibu-Bapaknya, berarti anak tersebut tidak menjadi anak yang durhaka. Karena ia
telah mengerti bahwa durhaka kepada Ibu-Bapak itu adalah dosa besar, sesui
dengan sabda Nabi:
أَلآ
أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِاْلكَبَائِرِ ؟ قَالُوْا بَلَى الشِّرْكُ بِاللهِ
وَعُقُوْقِ اْلوَالِدَيْنِ ألآوَقُوْلُ الزُّوْرَ.
Artinya: Maukah kamu aku beritahukan tentang
dosa besar ? mereka para sahabat menjawab;
ya Rasulullah, lalu Rasulullah bersabda: dosa yang paling besar ialah
syirk (menyekutukan Tuhan), durhaka kepada ibu-bapak dan perkataan yang bohong.
Dalam pada itu,
Rasulullah mengatan pula akan keberuntungan dan kebahagian yang dialami oleh
Ibu-Bapak di akhirat nanti:
إِذَا مَاتَ
ابْنُ أدَمُ إِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ
عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ. رواه المسلم
Artinya: Apa
bila anak Adam telah meninggal dunia maka putuslah segala amalnya, kecuali
pahala atas tiga perkara: amal jariah, ilmu yang terus dimanfaatkan orang dan
anak shaleh yang selalu mendoakannya.
SAHABAT HEBAT
Jadi anak shaleh
(dalam istilah bahasa arab), adalah lawan anak thaleh, yaitu lawan anak yang
terdidik dengan agama dari semenjak kecilnya. Kalau anak yang thaleh akan
menjadi fitnah bagi Ibu-Bapaknya di dunia dan di akhirat, sedangkan anak yang
shaleh akan memberikan kebahagian, rahmat dan pengampunan Allah bagi
Ibu-Bapaknya di dunia dan di akhirat. Sungguh berbahagialah Ibu-Bapak yang
dapat mewariskan kepada anaknya “pendidikan agama”, adab yang baik“ akhlak yang
luhur”, dan aqidah yang kuat, sesuai dengan tuntunan Nabi Saw:
مَانَحِلَ
وَالِدٍ وَلَدَهُ مِنْ نَحِلٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ.
Artinya: “Tiada pemberian dari orang tua
untuk anaknya yang lebih berharga dari pada adab (pendidikan agama) yang
sebaik-baiknya”.
SAHABAT HEBAT
Itulah pusaka yang kekal abadi yang tak akan habis-habisnya yang tidak dapat dicuri dan dirampok oleh orang lain, suatu pusaka yang jauh lebih berharga dari pusaka yang berupa harta benda, emas dan permata.
"SEMANGAT UNTUK DUNIA DAN AKHIRAT"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar